Bangka TengahBeritaDaerahPLN

Mimpi Nuklir Pulau Gelasa, Megaproyek Tanpa Restu Global atau Eksperimen Berisiko?

Kondisi semakin memanas menyusul pernyataan mengejutkan dari Konselor Ekonomi Kedutaan Besar Amerika Serikat, Jonathan Habjan.

Saat bertandang ke Komisi XII DPR RI, Habjan membongkar fakta bahwa di negara asalnya sendiri, Thorcon belum dianggap sebagai pengembang PLTN yang mapan.

“Amerika Serikat hanya mengenal Thorcon sebagai entitas periset, bukan pengembang industri,” ungkap Habjan. Lebih jauh lagi, ia membeberkan bahwa desain teknologi Small Modular Reactor (SMR) milik Thorcon pun belum mendapatkan persetujuan final dari Komisi Regulasi Nuklir AS (USNRC).

Sikap kritis yang muncul saat ini bukanlah bentuk sentimen anti-investasi, melainkan tuntutan akan akuntabilitas.

Dengan risiko kecelakaan teknis dan dampak lingkungan jangka panjang, masyarakat Bangka Belitung tidak ingin daerahnya dijadikan “laboratorium raksasa” bagi teknologi yang legalitasnya masih menggantung di level internasional.

Baca juga  Bupati Algafry Beri Tenggat 2 Hari, Penambang Ilegal di Merbuk Diminta Hentikan Aktivitas

“Jika terjadi kecelakaan teknis di lokasi uji coba, siapa yang siap bertanggung jawab? Jangan sampai semua pihak malah menghindar saat masalah muncul,” ujar Pahlevi lugas.

Kini, bola panas ada di tangan PT Thorcon dan pemerintah daerah. Tanpa bukti faktual mengenai izin tertulis dari otoritas terkait dan sertifikasi dari IAEA, mimpi nuklir di Pulau Gelasa terancam hanya akan menjadi polemik hukum yang berkepanjangan dan membahayakan keselamatan warga di Bumi Serumpun Sebalai.

Sumber : (3doy/Tim)

Laman sebelumnya 1 2

Related Articles