BeritaDaerahHukum dan KriminalPangkalpinangPolda Babel

Keringat Buruh Tambang Dibakar Sabu, Kapolda Babel Ungkap Darurat Narkoba di Lokasi Tambang

PANGKALPINANG, INLENS.id – Kapolda Kepulauan Bangka Belitung, Irjen Pol Dr. Viktor T. Sihombing, mengungkap fakta miris di balik gemerlap sektor pertambangan di Bumi Serumpun Sebalai.

‎Hasil keringat para buruh harian lepas yang bekerja keras di lokasi penambangan, justru habis “dibakar” untuk membeli narkotika jenis sabu.

‎​Hal ini diungkapkan langsung oleh Kapolda dalam konferensi pers yang digelar di Mapolda Babel pada Jumat (30/01/2026).

‎Dalam rilis tersebut, Kapolda memaparkan keberhasilan jajarannya dalam memetakan dan menindak jaringan peredaran gelap narkoba sejak awal tahun 2026.

‎​Darurat Narkoba di Usia Produktif
‎​Sepanjang Januari 2026, Polda Babel mencatat statistik yang mencengangkan. Sebanyak 78 kasus berhasil diungkap dengan total 142 tersangka yang diamankan.

‎Dari jumlah tersebut, 103 orang ditahan, sementara 39 lainnya dirujuk untuk menjalani rehabilitasi melalui koordinasi dengan BNN.

‎​”Sangat memprihatinkan, mayoritas pelaku berada di usia produktif—mulai dari pelajar, mahasiswa, hingga buruh tambang. Ini menjadi atensi utama kami karena penggunaan narkoba di wilayah ini sudah berkelindan dengan aktivitas ekonomi sehari-hari masyarakat,” tegas Irjen Pol Viktor T. Sihombing.

‎​10 Hari Operasi Antik: Target Terlampaui
‎​Secara spesifik, Kapolda menyoroti pelaksanaan Operasi Antik Menumbing yang berlangsung singkat namun intensif (20–29 Januari 2026). Hanya dalam waktu 10 hari, polisi berhasil mengungkap 50 kasus, melampaui target operasi yang ditetapkan.

‎​Adapun rincian barang bukti yang berhasil diamankan dari berbagai operasi sepanjang Januari ini meliputi:
‎​Sabu: 1.443 gram (1,4 kg)
‎​Ekstasi: 300 butir
‎​Ganja: Ribuan gram

‎​Kapolda menyoroti fenomena “siklus negatif” di lokasi pertambangan, khususnya di Bangka Selatan, Bangka Barat, Pangkalpinang, dan Bangka Tengah.

‎Di titik-titik konsentrasi penambangan, ditemukan banyak jejak penggunaan sabu yang dilakukan secara rutin oleh para pekerja.

‎​”Kami merasa prihatin. Mereka kerja capek-capek menambang, tapi hasilnya malah digunakan untuk membeli narkoba. Ini adalah rantai yang harus kita putus. Jangan sampai hasil tambang habis hanya untuk merusak diri sendiri,” ujar Kapolda dengan nada tegas.

‎​Menindaklanjuti keresahan masyarakat, Kapolda menegaskan bahwa Polri tidak akan berhenti meski Operasi Antik telah usai. Pihaknya akan melanjutkan dengan Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) dan terus memburu pemasok utama (bandar) yang identitasnya telah terdeteksi.

‎​Bahkan, atas dukungan masyarakat, polisi tak segan menghancurkan lokasi-lokasi yang sering dijadikan tempat pesta narkoba agar tidak bisa digunakan kembali.

‎Kapolda juga mengimbau para pemilik tambang untuk lebih ketat mengawasi para pekerjanya dan mengarahkan mereka ke kegiatan yang lebih positif.

‎​”Kami berterima kasih atas keberanian warga memberikan informasi. Jangan takut, mari kita bersihkan Bangka Belitung dari narkoba demi masa depan yang lebih baik,” tutupnya.

Baca juga  Kasus Penimbunan BBM di Belinyu Masuk Babak Baru, Empat Tersangka Dilimpahkan ke Kejati Babel

Related Articles