Ditjenpas Babel Gandeng Media, Ade Agustina Dorong Publik Lihat Sisi Positif Warga Binaan

Dalam sesi tanya jawab, pewarta menyoroti peran strategis media sebagai corong informasi publik. Ditanyakan pula, nilai-nilai apa saja dari dunia pemasyarakatan yang perlu diedukasikan kepada masyarakat melalui pemberitaan.
Menanggapi hal itu, Ade Agustina menjelaskan bahwa peran media sangat besar untuk membuka wawasan masyarakat mengenai apa yang sebenarnya terjadi di dalam Lapas dan Rutan. Banyak pihak yang belum memahami bahwa lembaga pemasyarakatan adalah tempat pembinaan, di mana pelanggar hukum dipersiapkan agar siap kembali ke masyarakat.
“Peran media itu sangat besar. Karena tidak semua orang tahu apa yang sebenarnya kami lakukan di dalam Lapas. Di sana, para pelanggar hukum kami bina, kami persiapkan melalui pembinaan kepribadian dan kemandirian. Tujuannya, ketika mereka nanti bebas dan berada di luar, mereka sudah siap bertemu keluarga, bertemu masyarakat, dan menjadi warga negara yang bertanggung jawab untuk membangun Indonesia,” jelas Ade.
Pembinaan yang diberikan, lanjutnya, mencakup persiapan peran mereka kembali sebagai kepala keluarga, orang tua, anak, hingga warga negara yang baik.
Terkait harapan agar stigma buruk terhadap mantan warga binaan bisa hilang dan mereka diterima kembali oleh masyarakat, Ade menyebutkan bahwa hal itu bergantung pada bagaimana mantan warga binaan mengimplementasikan ilmu dan perubahan positif yang didapat selama di dalam pembinaan.
“Itu kembali lagi pada proses bagaimana warga binaan mengimplementasikan apa yang telah diajarkan. Kalau dia sudah belajar mengaji, lalu di luar nanti bisa mengajarkan kembali kepada anak-anaknya di rumah, tentu itu adalah implementasi yang sangat baik,” ujarnya.
Oleh sebab itu, Kakanwil berpesan kepada rekan-rekan media untuk lebih banyak menyoroti kebaikan, perubahan perilaku, dan capaian positif warga binaan. Hal ini dinilai menjadi kunci agar stigma negatif perlahan-lahan memudar dan kepercayaan masyarakat serta keluarga dapat pulih kembali.
“Jika kita tunjukkan kebaikan-kebaikan dan perubahan-perubahan positif dari diri mereka, maka stigma itu perlahan-lahan akan hilang. Kepercayaan masyarakat dan keluarga pun akan kembali penuh terhadap mantan warga binaan untuk memulai hidup baru,” pungkas Ade Agustina.




