RSBT Diduga Lalai, Bayi Meninggal: DPRD Babel Warning Keras, Ini Soal Nyawa

Ayi mengaku sejak sore anaknya mengalami buang air besar secara terus menerus hingga dibawanya ke RSBT.
Bocah itu akhirnya dirawat dan diinfus di salah satu ruangan rawat inap.
Namun, menjelang tengah malam, sang bocah tiba-tiba panas tinggi.
Selang infusnya lepas. Ayi terkejut dan berusaha memanggil perawat jaga.
Namun kata Ayi, perawatnya tidak ada. Ia pun menekan bel panggilan berulang kali. Tetap juga tidak ada perawat yang datang.
Hingga pukul 05.00 Wib pagi, sang anak akhirnya meninggal dunia.
Ayi mengaku tidak terima atas tidak ada pelayanan perawat RSBT.
Dalam penggalan video yang diterima awak media, tampak Ayi berteriak marah dengan tim medis RBST.
“Anak saya tidak dipedulikan semalam di sini. Anak saya tidak dipedulikan sama perawat di sini. Saya pencet 100 kali bel panggilan. Tidak siapa pun yang mempedulikannya. Mereka tidur,” teriak Ayi sambil menangis.
“Apa guna pencetan itu. Saya mau ketemu pimpinan rumah sakit ini. Itu bayi mengapa tidak dipedulikan,” tambahnya.
“Saya tidak tidur dari semalam, saya tidak terima, saya tidak terima,” teriak Ayi.
Sementara itu, pihak RSBT melalui humasnya Derry saat dikonfirmasi awak media melalui sambungan telepon hanya menjawab singkat saja.
“Iya bang, kita lagi buat kronologinya, nanti dikirim,” pungkas Derry.(Tim JMSI)




