
JAKARTA, INLENS.id – Di tengah masifnya pembentukan Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes Merah Putih) yang kini telah mencapai puluhan ribu unit di seluruh Indonesia, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) menegaskan tetap optimistis terhadap prospek bisnis ritel modern. Pengelola jaringan Alfamart dan Alfamidi itu memastikan kehadiran koperasi desa tidak memberikan dampak signifikan terhadap operasional maupun strategi ekspansi perusahaan.
Dikutip dari IDNFinancials.com, Jumat (5/6/2026), manajemen AMRT menyampaikan bahwa perkembangan Kopdes Merah Putih belum memengaruhi aktivitas usaha perusahaan. Pernyataan tersebut disampaikan melalui surat resmi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI).
Corporate Secretary AMRT, Tomin Widian, mengatakan setiap pelaku usaha memiliki karakteristik bisnis, segmentasi pasar, dan target konsumen yang berbeda sehingga dapat tumbuh secara berdampingan tanpa harus saling mengganggu.
“Dari perspektif industri, setiap pelaku usaha memiliki model bisnis, segmentasi dan target pasar yang berbeda sehingga dapat saling melengkapi dalam memenuhi kebutuhan masyarakat,” ujar Tomin.
Menurutnya, hingga saat ini tidak terdapat dampak material terhadap kinerja usaha maupun operasional perusahaan akibat kehadiran Koperasi Desa Merah Putih.
AMRT juga memastikan tidak ada satu pun gerai yang ditutup karena munculnya jaringan koperasi tersebut.
“Sejalan dengan hal tersebut, tidak terdapat penutupan gerai yang diakibatkan oleh keberadaan KDMP,” tegas Tomin.
Di tengah berkembangnya koperasi desa yang digagas pemerintah, AMRT justru tetap melanjutkan strategi ekspansi agresif dengan memperluas jaringan gerai di berbagai daerah yang dinilai masih memiliki potensi pasar besar.
Perusahaan meyakini kualitas layanan, ketersediaan produk, serta kemampuan memahami kebutuhan konsumen akan menjadi faktor utama dalam menjaga daya saing bisnis ritel modern.
“Khususnya di wilayah-wilayah yang belum terlayani secara optimal,” tambah Tomin terkait peluang pengembangan usaha perusahaan.
Sebagai bentuk optimisme terhadap pertumbuhan pasar, AMRT telah menyiapkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp500 miliar pada tahun 2026 yang berasal dari kas internal perusahaan.
Dana tersebut akan digunakan untuk membuka sekitar 800 gerai baru hingga akhir tahun. Dari jumlah tersebut, sebanyak 500 gerai akan dikelola langsung oleh perusahaan, sedangkan 300 gerai lainnya dikembangkan melalui skema waralaba.
Sementara itu, berdasarkan data Sistem Informasi Manajemen Kopdes Merah Putih, jumlah koperasi yang telah terbentuk saat ini mencapai 83.376 unit. Sebanyak 11.824 unit telah memiliki gerai fisik, 23.378 unit masih dalam tahap pembangunan, dan 38.029 unit lainnya masih dalam proses penyediaan lahan.
Meski jumlah Kopdes Merah Putih terus bertambah, AMRT menilai ruang pertumbuhan sektor ritel nasional masih sangat terbuka dan mampu mengakomodasi berbagai model usaha yang hadir untuk melayani kebutuhan masyarakat.




