RSBT Diduga Lalai, Bayi Meninggal: DPRD Babel Warning Keras, Ini Soal Nyawa

PANGKALPINANG, INLENS.id – Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Kep. Bangka Belitung (Babel) Heryawandi angkat bicara terkait kasus adanya dugaan kelalaian medis dari pihak Rumah Sakit Bakti Timah (RSBT) Pangkalpinang.
Dalam hal ini Heryawandi mengucapkan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya atas musibah yang menimpa keluarga korban. Sekaligus ini juga warning bagi pihak RSBT dalam memberikan pelayanan ke publik.
“Disisi medisnya kami belum paham betul, cuma kalau ini bentuk dari kelalaian medis, sangat disayangkan sekali apalagi Rumah Sakit sebesar RSBT mestinya pelayanan jadi andalan,” ujar Heryawandi saat dihubungi melalui sambungan telepon, Rabu (3/9/2025).
Lanjutnya, kalau memang ada kelalaian kejadian ini tidak berhenti disini, ini harus jadi pembelajaran bagi pihak RSBT karena ini menyangkut nyawa manusia.
“Kalau pun ada kelalaian atau pelanggaran hukum, kami berharap pihak terkait yaitu pengawas di rumah sakit untuk bisa merespon dengan cepat, karena kalau dibiarkan terus masyarakat yang akan jadi korban,” jelasnya.
“Rumah sakit tidak mengenal waktu dan pelayanan, mestinya harus dikedepankan dalam melayani masyarakat,” tambahnya
Heryawandi juga menambahkan, pihaknya akan menyampaikan ke forum yang lebih tinggi di DPRD Babel, untuk bisa mengevaluasi secara menyeluruh terkait pelayanan di rumah sakit di Bangka Belitung melalui Komisi IV dan akan disampaikan ke pimpinan.
“Sekali lagi saya tekankan, ini harus ada evaluasi terkait pelayanan di setiap rumah sakit, mau orang itu punya uang atau tidak punya uang, mau ada bpjs atau tidak mestinya pihak rumah sakit harus melayani dulu pasien dengan baik,” tegas Heryawandi.
Sebelumnya, beredar video seorang ibu rumah tangga yang menangis keras di ruangan Rumah Sakit Bakti Timah (RSBT) kota Pangkalpinang.
Ibu muda tersebut bernama Ayi warga Pangkalpinang, bukan tanpa alasan ia menangis dikarenakan anaknya yang masih berusia 11 bulan meninggal dunia di salah satu ruang rawat inap di Rumah Sakit Bakti Timah Pangkalpinang, Selasa (2/9/25) pagi.




