Operasi PKH Kian Mengungkap: Herman Fu Terpojok Terkait Penggeledahan, Uang Miliaran, dan Bantahan yang Tak Sinkron

PANGKALPINANG, INLENS.id – Nama pengusaha terkemuka, Herman Fu kembali menjadi buah bibir. Puncaknya, saat tim Pidsus Kejati Babel dikabarkan menggeledah kediaman Herman Fu dibilangan Parit Padang Sungailiat, Kabupaten Bangka, Selasa (2/12/2025) siang kemarin.
Penggeledahan rumah pribadi Herman Fu tersebut diduga merupakan rangkaian penyidikan yang dilakukan pasca diamankan 64 alat berat dari sejumlah kawasan hutan di wilayah, Sarang Ikan Lubuk, Nadi dan sekitarnya oleh Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) belum lama ini.
Selain itu, penyidik juga dikabarkan berhasil menyita uang tunai miliyaran rupiah dari kediaman pribadi Herman Fu. Sebelumnya, Herman Fu juga tampak intens diperiksa penyidik di kantor Kejati Babel. Beberapa kali, kehadirannya tertangkap kamera awak media.
Sepak terjang serta manuver Herman tu sampai disitu saja. Sebelumnya dia juga sempat mendatangi kantor Satgas PKH. Kehadiran Herman Fu sempat menuai kontroversi. Apalagi dia datang sehari setelah penangkapan puluhan eksavator di HL Sarang Ikan dan Nadi.
Masifnya penyidikan terhadap Herman Fu terkait dugaan eksploitasi tambang ilegal seluas 315,48 hektar Hutan Lindung (HL) di Bangka Tengah, bertolak belakang dengan keterangannya di sejumlah platform media baru-baru ini.
Kofu panggilan sehari-hari Herman Hu, membantah dirinya alat berat miliknya yang paling banyak disita Satgas PKH. Dia mengaku, hanya memiliki satu eksavator.
“Isu yang bilang alat saya banyak itu tidak benar, hanya satu. Jadi kalau ada informasi lain yang berkembang itu harus diluruskan,” kata Herman Fu dikutip dari sejumlah media online.
Klaim serta dalih Herman Fu tersebut hanya berlaku untuk segerintil media saja. Namun tidak untuk jejaring media ini. Jauh-jauh hari upaya konfirmasi telah dilayangkan jejaring redaksi media ini namun belum ada tanggapan. Senada, dengan pihak Kejati Babel yang juga memilih bungkam saat di konfirmasi jejaring media ini.
Selain Herman Fu, dalam pusaran tambang ilegal di Bangka Tengah yang berhasil dibongkar satgs PKH
sejumlah nama pengusaha lokal juga sempat mencuat ke publik.
Seperti Haji Ton, Igus dan lain sebagainya.




