Rina Tarol Sentil Keras Perusahaan Sawit: Jangan Datang Membawa Masalah Baru di Bangka Selatan

“Belum soal limbah dan dampak lingkungan ke depannya. Pabriknya jaraknya sangat dekat dengan pemukiman. Pemerintah daerah seharusnya lebih bijaksana, jangan hanya mempertimbangkan kepentingan investor semata tanpa melihat dampak bagi warga,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Rina menegaskan bahwa kehadiran perusahaan tidak cukup hanya menjanjikan lapangan kerja, melainkan harus memberikan kontribusi nyata. Ia menyayangkan kenyataan di lapangan yang menunjukkan jumlah tenaga kerja lokal yang diserap tidak sebanding dengan dampak yang ditimbulkan.
“Selama ini janji lapangan kerja seringkali hanya omong kosong. Lihat saja kenyataannya, berapa banyak warga asli yang benar-benar bekerja di sana? Dampaknya justru terasa, jalan rusak, lingkungan terganggu, tapi manfaatnya belum terasa jelas,” kritiknya.
Ia juga menyoroti bahwa Bangka Selatan selama ini sudah banyak menghadapi berbagai persoalan lingkungan dan sosial, sehingga tidak perlu menambah masalah baru.
“Sudah banyak masalah di sana, mulai dari kerusakan hutan, sungai, sawah, hingga lahan pertanian. Jangan ditambah lagi dengan konflik baru. Investasi yang baik adalah yang membawa ketenangan dan kesejahteraan bersama,” tegasnya.
Menurut Rina, solusi terbaik adalah mempertemukan seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah, kepala desa, perusahaan, dan perwakilan masyarakat untuk duduk bersama mencari titik temu.
“Perusahaan harus menghormati tempat mereka berusaha. Hormati pemilik rumah, hargai masyarakat dan budayanya. Jika tidak ada kesepakatan bersama, aktivitas tidak akan berjalan lancar. Cari kesepakatan yang bisa diterima semua pihak, jangan hanya memikirkan keuntungan semata,” pesannya.
Ia berharap pemerintah daerah dapat bertindak tegas dan bijaksana agar hak-hak masyarakat tetap terjaga, sekaligus iklim investasi tetap kondusif tanpa menimbulkan konflik berkepanjangan.




