Efisiensi atau Pengorbanan? Nasib 1.966 PPPK Beltim Terancam PHK Akibat Efisiensi Anggaran

Bocoran Hasil Rapat OPD
Di tengah keresahan itu, beredar pula informasi bahwa pada 2027 belanja pegawai daerah harus ditekan agar tidak melebihi 30 persen dari total anggaran, sebagaimana amanat regulasi fiskal nasional. Dampaknya, kapasitas anggaran untuk tenaga non-PNS semakin terbatas.
Bahkan, skenario yang beredar menyebutkan hanya sekitar 222 orang yang kemungkinan dapat diakomodasi dari total sekitar 1.966 PPPK yang ada saat ini. Angka tersebut memicu kekhawatiran akan terjadinya pengurangan tenaga kerja secara besar-besaran.
Selain itu, rencana pengalihan PPPK menjadi Pegawai Jasa Lainnya Perorangan (PJLP) sempat mencuat, namun dikabarkan batal untuk 2026 dan berpotensi diterapkan kembali pada 2027 dengan skema baru. Honor PJLP pun disebut akan disesuaikan dengan Upah Minimum Kabupaten.
Sementara itu, Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) disebut tengah menyusun Peraturan Bupati (Perbup) terkait mekanisme perpanjangan maupun pemberhentian PPPK, termasuk evaluasi kinerja. Sekitar 500 PPPK dengan kontrak lima tahun juga dikabarkan akan menjalani proses evaluasi melalui tim khusus.
Adapun sektor yang diprioritaskan dalam kebijakan ke depan meliputi Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), pengadaan barang dan jasa, lingkungan hidup, serta tenaga pendidik.
Jika kebijakan ini benar diterapkan, maka tidak hanya berdampak pada ribuan PPPK, tetapi juga berpotensi menambah beban kerja aparatur sipil negara (ASN) berstatus PNS akibat berkurangnya tenaga di lapangan.
Para PPPK pun berharap pemerintah daerah dan DPRD segera memberikan kejelasan serta solusi konkret atas kondisi ini.
“Semoga pemerintah dan DPRD bisa mengambil langkah. Kami hanya ingin kepastian dan tetap bisa bekerja untuk keluarga,” harap salah satu PPPK.
Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari pemerintah daerah terkait keputusan final kebijakan tersebut. Namun, di tengah ketidakpastian ini, ribuan PPPK di Beltim hanya bisa menunggu—antara harapan untuk tetap bertahan, atau menghadapi kenyataan pahit kehilangan pekerjaan.




