ArtikelBangkaDaerahPangkalpinang

Menilai Digitalisasi Pensiun dengan Kacamata Evaluasi Kebijakan Publik

Ardhia Pramesti : Mahasiswa Pascasarjana Institut Pahlawan 12, Bangka

Dari sisi responsivitas, masih terlihat adanya ketergantungan pada mekanisme manual ketika terjadi kendala teknis. Hal ini menunjukkan bahwa sistem digital belum sepenuhnya didukung oleh penanganan keluhan yang cepat, adaptif, dan terintegrasi. Responsivitas kebijakan belum optimal jika solusi atas masalah digital justru kembali ke pola lama.

Adapun dari ketepatan sasaran, ASABRI STAR telah tepat secara administratif karena menjamin keabsahan penerima pensiun. Namun menurut William N. Dunn, ketepatan sasaran juga menyangkut kesesuaian kebijakan dengan konteks sosial penerima manfaat. Dalam hal ini penerapan aplikasi digital tunggal bagi kelompok lansia perlu dikaji ulang agar tidak bertentangan dengan kondisi nyata pengguna.

Berdasarkan evaluasi tersebut dapat disimpulkan bahwa ASABRI STAR merupakan langkah maju dalam modernisasi administrasi, namun masih menyisakan pekerjaan rumah dalam aspek pemerataan dan responsivitas. Digitalisasi pelayanan pensiun seharusnya dipahami sebagai alat untuk menyederhanakan layanan bukan menambah beban baru bagi pensiunan.

Baca juga  Makan Siang Bergizi: Bukan Sekadar Urusan Perut, Tapi Strategi Motivasi Belajar

Kebijakan publik yang baik bukan hanya modern secara teknologi tetapi juga sensitif terhadap kondisi sosial masyarakat. Dengan menjadikan kerangka evaluasi William N. Dunn sebagai rujukan, digitalisasi pensiun diharapkan dapat terus disempurnakan agar benar-benar menghadirkan pelayanan yang adil, inklusif, dan manusiawi terutama bagi mereka yang telah mengabdikan hidupnya bagi negara.

Ardhia Pramesti
Mahasiswa Pascasarjana Institut Pahlawan 12, Bangka

Laman sebelumnya 1 2

Related Articles