ArtikelBeritaDaerahPangkalpinang

Filsafah Ilmu Administrasi Publik Dalam Dinamika Pelayanan Publik Di Indonesia

Penulis : DARIMA,S.STP, Mahasiswi Pascasarjana Administrasi Publik Institut Pahlawan 12

ARTIKEL, INLENS.id – Manusia merupakan makhluk ciptaan Tuhan yang memiliki kedudukan paling tinggi dibandingkan makhluk lainnya karena dibekali dengan akal, pikiran, dan kesadaran. Dengan akal tersebut manusia mampu berpikir, menilai, dan mempertimbangkan perbuatan yang dilakukan.

Selain sebagai makhluk individu, manusia juga merupakan makhluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri tanpa bantuan orang lain. Oleh karena itu, manusia selalu hidup dalam hubungan sosial, membangun interaksi, dan menciptakan tatanan kehidupan bersama.

Istilah filsafat berasal dari bahasa Yunani philosophia yang berarti cinta terhadap kebijaksanaan. Secara etimologis, kata ini tersusun dari philo (cinta) dan sophia (kebijaksanaan). Hal ini menunjukkan bahwa filsafat tidak sekadar ilmu pengetahuan, melainkan suatu sikap hidup dan cara berpikir yang bertujuan mencari kebenaran dan kebijaksanaan secara mendalam.

Filsafat dapat dipahami sebagai usaha manusia untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan fundamental tentang realitas, manusia, pengetahuan, dan nilai. Filsafat tidak berhenti pada gejala luar suatu peristiwa, melainkan menelusuri sebab-sebab terdalam dan makna hakikinya. Dengan demikian, filsafat bersifat reflektif dan kritis, karena selalu mengkaji kembali dasar-dasar pemikiran manusia.

Baca juga  Implementasi Sekolah Dalam Penanaman Karakter dan Nilai : Modal, Habitus, Arena Pierre Bourdieu

Dalam hubungannya dengan ilmu pengetahuan, filsafat berfungsi sebagai landasan berpikir. Ilmu berkembang dari kegiatan berpikir filosofis yang sistematis. Oleh sebab itu, filsafat sering disebut sebagai induk ilmu pengetahuan (mother of sciences). Ilmu-ilmu khusus seperti fisika, biologi, dan sosiologi pada awalnya merupakan bagian dari filsafat sebelum berkembang menjadi disiplin tersendiri.

Hakikat filsafat terletak pada aktivitas berpikir manusia yang rasional dan mendalam dalam memahami realitas. Filsafat tidak hanya menjawab “apa” suatu hal, tetapi juga “mengapa” dan “bagaimana” sesuatu itu ada dan bermakna. Dengan cara ini, filsafat membantu manusia menyusun pandangan hidup yang lebih sadar, logis, dan bertanggung jawab.

Tiga Lensa Analisis Filsafah Ilmu :

  1. Ontologi (Hakikat Realitas)
  2. Epistemologi (Cara Memperoleh Pengetahuan)
  3. Aksiologi (Tujuan Akhir Dan Nilai)

Administrasi Publik ini menegaskan bahwa administrasi publik mempelajari proses, struktur, dan dinamika penyelenggaraan pemerintahan dalam memberikan layanan kepada masyarakat sebagai kepentingan utama negara.

1 2Laman berikutnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan