BeritaDaerahPangkalpinang

Tambang Tanah Puruh Diduga Kembali Beroperasi di Tuatunu, Warga Resah Debu dan Truk Overload

PANGKALPINANG, INLENS.id – Aktivitas penambangan galian C berupa tanah puruh diduga kembali beroperasi di kawasan ujung Kelurahan Tuatunu Indah, perbatasan Air Duren dan Tuatunu, Kota Pangkalpinang, Senin (8/6/2026).

Aktivitas tersebut memicu keluhan warga karena dinilai menimbulkan pencemaran debu serta mengganggu keselamatan pengguna jalan.
Berdasarkan pantauan di lokasi, terlihat satu unit ekskavator kecil merek Kobelco sedang melakukan penggalian tanah.

Sejumlah truk tampak keluar-masuk area tambang secara bergantian untuk mengangkut material tanah puruh.
Selain itu, kondisi jalan di sekitar lokasi terlihat kotor dan dipenuhi ceceran tanah yang diduga berasal dari aktivitas pengangkutan material. Debu yang beterbangan akibat lalu lintas kendaraan pengangkut disebut-sebut semakin mengganggu masyarakat yang melintas.

Informasi yang dihimpun di lapangan menyebutkan bahwa aktivitas tersebut diduga terkait dengan seorang pengusaha yang dikenal dengan nama Ali. Dugaan itu menguat setelah salah satu pekerja di lokasi menyebut nama tersebut saat dikonfirmasi mengenai kepemilikan usaha tambang.

Baca juga  Lebih dari Sekadar Tambang, PT TIMAH Tbk Jadi Bagian dari Masyarakat Desa Baskara Bakti

“Punya Bang Ali, Bang. Saya cuma tukang catat saja,” ujar seorang pekerja yang ditemui di lokasi.

Warga sekitar mengaku heran karena aktivitas serupa disebut-sebut telah berlangsung sejak beberapa tahun terakhir dan diduga berpindah-pindah lokasi. Meski sempat berhenti beroperasi, aktivitas tambang tersebut kini kembali terlihat berjalan.

Tidak hanya soal legalitas tambang, masyarakat juga menyoroti kendaraan pengangkut material yang diduga bermuatan melebihi kapasitas. Sejumlah truk terlihat membawa tanah hingga melebihi tinggi bak kendaraan dan melintas di jalan umum tanpa perlindungan yang memadai.

1 2Laman berikutnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan