BeritaPangkalpinangPolda Babel

Ditlantas Polda Babel Gelar Razia Gabungan, Banyak Pengendara Langgar Aturan

Ditlantas Polda Babel Gelar Razia Gabungan, Banyak Pengendara Langgar Aturan

PANGKALPINANG, INLENS.id – Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Bangka Belitung (Babel) kembali menggelar operasi gabungan di perbatasan Kota Pangkalpinang dan Kabupaten Bangka, tepatnya di Desa Kace, Jumat (21/2/2025). Razia ini merupakan bagian dari Operasi Keselamatan Menumbing 2025 yang telah memasuki hari ke-12.

Dalam operasi yang melibatkan empat instansi, yaitu TNI, Polri, Jasa Raharja, dan Dinas Perhubungan, petugas menemukan banyak pelanggaran, terutama dari pengendara sepeda motor (R2) yang tidak menggunakan helm.

“Masih banyak masyarakat yang tidak tertib. Secara kasat mata, pengendara R2 lebih banyak tidak menggunakan helm dan kelengkapan keselamatan lainnya,” ujar Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Babel, Kompol Febri Suryawardaha, saat dikonfirmasi.

Tak hanya pelanggaran helm, petugas juga menemukan sejumlah kendaraan roda empat (R4) yang melanggar aturan terkait Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB), Surat Izin Mengemudi (SIM), dan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK).

“Untuk pengendara R4, pelanggaran yang sering ditemukan adalah masalah TNKB, SIM, dan STNK. Kami juga melibatkan tim dari Dishub untuk memeriksa kelengkapan surat uji kendaraan,” jelas Febri.

Baca juga  PT Timah Group Rayakan Ramadan dengan Berbagai Kegiatan Sosial dan Keagamaan

Febri mengungkapkan, meski sudah sering melakukan imbauan, masih banyak pengendara yang abai terhadap keselamatan berlalu lintas. Hal ini tercermin dari peningkatan jumlah pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang tercatat hingga hari ke-11 operasi.

“Catatan kami menunjukkan peningkatan pelanggaran dan laka lantas. Namun, kami akan terus berupaya menekan angka tersebut hingga operasi berakhir pada 23 Februari nanti,” tegasnya.

Febri berharap masyarakat dapat lebih disiplin dan mematuhi aturan lalu lintas guna menghindari kecelakaan.

“Keselamatan di jalan sebenarnya bisa dikendalikan. Dengan kewaspadaan dan kepatuhan terhadap rambu-rambu lalu lintas, risiko kecelakaan dapat diminimalisir. Mari bersama-sama mewujudkan keselamatan berlalu lintas,” pungkas Kompol Febri.

Operasi ini akan terus berlanjut hingga beberapa hari ke depan, dengan harapan dapat menekan angka pelanggaran dan menciptakan kesadaran akan pentingnya keselamatan berkendara di kalangan masyarakat.

Related Articles