BeritaDaerahEntertainmentPangkalpinang

Niat Pamer Integritas, Bea Cukai Pangkalpinang Justru Dihujani Sindiran Pedas Netizen

PANGKALPINANG, INLENS.id – Konten video edukasi yang diunggah akun TikTok Bea Cukai Pangkalpinang mendadak menjadi perbincangan publik di media sosial. Video berkonsep Point of View (POV) bertajuk “Ngasih Bingkisan ke Bea Cukai” yang menampilkan pesan penolakan terhadap segala bentuk pemberian atau gratifikasi justru memancing beragam komentar kritis dari warganet.

Alih-alih menuai apresiasi, unggahan tersebut dibanjiri tanggapan bernada skeptis. Sejumlah pengguna media sosial mempertanyakan kesesuaian pesan dalam video dengan praktik yang terjadi di lapangan.

Akun TikTok bernama Koelpa menulis komentar singkat, “Maksudnya jangan dikantor.”

Sementara akun Jhonwick menyindir, “Hanya sekedar iklan saja, kalau di lapangan biasalah main rapi.”

Komentar serupa juga disampaikan akun Enggal yang menulis, “Tolaknya hanya di video aja kali, mana ada kucing dikasih makanan nolak sih, sedangkan kucingnya laper bro.”

Tak hanya itu, selebgram lokal Yuda Saputra mengaku komentarnya sempat dihapus.

Sedangkan akun Dhani membagikan pengalaman pribadinya saat berurusan dengan instansi tersebut.

“Kamu percaya, saya yang pernah dua hari mondok di Bea Cukai cukup tersenyum saja,” tulisnya.

Ramainya komentar tersebut membuat unggahan itu menjadi sorotan publik dan memicu diskusi mengenai integritas pelayanan di lingkungan Bea Cukai.

Menanggapi berbagai komentar yang muncul, Kepala Bea Cukai Pangkalpinang, Junanto, menegaskan pihaknya terbuka terhadap kritik dan masukan dari masyarakat. Namun, ia berharap kritik yang disampaikan didasarkan pada fakta dan pengalaman nyata.

Baca juga  Download Video di TikTok dan Twitter dalam Sekejap, Tanpa Ribet!

“Coba ditanya dulu, apakah yang berkomentar itu pernah berhubungan dengan Bea Cukai Pangkalpinang? Apakah ada layanan kami yang memungut biaya dari mereka?” ujar Junanto saat dikonfirmasi awak media, Rabu (10/6/2026).

Menurut Junanto, pihaknya tidak anti terhadap kritik. Sebaliknya, kritik yang disertai bukti konkret justru akan menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Intinya kami siap dikritik. Tunjukkan di mana letak kesalahan kami agar adil. Kami pasti sangat berterima kasih jika ada bukti konkret, karena itu justru membantu kami memperbaiki kinerja,” tegasnya.

Ia mengaku menyayangkan jika penilaian negatif muncul dari pihak yang belum pernah berinteraksi atau menerima layanan langsung dari Bea Cukai Pangkalpinang.

Hingga kini, perdebatan mengenai konten tersebut masih terus berlangsung di media sosial. Berbagai komentar pro dan kontra terus bermunculan, sementara publik menanti langkah lanjutan maupun klarifikasi lebih lanjut terkait kritik yang berkembang di ruang digital.

Bea Cukai sendiri menegaskan komitmennya untuk terus membangun pelayanan yang transparan, profesional, dan bebas dari praktik gratifikasi, sejalan dengan upaya reformasi birokrasi yang tengah dijalankan.

Related Articles

Tinggalkan Balasan