Rencana PLTN di Pulau Gelasa Tuai Penolakan, Warga Khawatir Ancaman Lingkungan

BANGKA TENGAH, INLENS.id – Rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Pulau Gelasa, Kabupaten Bangka Tengah, Kepulauan Bangka Belitung, kembali menuai penolakan keras dari masyarakat. Isu ini mencuat setelah ramai diperbincangkan di media sosial dalam sepekan terakhir, menyusul pemberitaan sejumlah media lokal.
Pulau Gelasa yang berada di perairan Selat Gaspar, di antara Pulau Bangka dan Belitung, merupakan jalur strategis pelayaran sekaligus pusat aktivitas nelayan. Warga menilai rencana pembangunan PLTN di lokasi tersebut berisiko besar terhadap lingkungan dan keselamatan.
Sejumlah warganet mengungkapkan keresahan mereka, terutama terkait radiasi nuklir dan potensi pencemaran laut. Kekhawatiran ini muncul karena laut Gelasa menjadi sumber utama penghidupan nelayan serta lokasi berlabuh kapal saat cuaca buruk.
“Apa pun tujuannya, masyarakat akan menolak PLTN di Pulau Gelasa. Jangan kan Indonesia, Jepang saja masih bergulat dengan sisa radiasi,” tulis pemilik akun Facebook Iwan Waluanja Iwanbb, Sabtu (20/9/2025).
Nada serupa juga disampaikan warganet lain. “PLTN cuma bakal jadi sampah racun nuklir kalau tidak hati-hati,” tulis akun Pit Xiaomi, mengingatkan pada kasus nuklir di Jepang.
Penolakan warganet ini memperlihatkan bahwa sosialisasi yang dilakukan PT Thorcon Power Indonesia (TPI) sejak 2021 belum sepenuhnya meredakan keresahan publik.
Menanggapi hal itu, Legal Associate TPI Andri Yanto menyatakan pihaknya akan terus memberikan edukasi kepada masyarakat.
“Upaya terbaik adalah menyampaikan fakta terkait energi nuklir. Thorcon senantiasa menyediakan informasi transparan, bekerja sama dengan pemangku kepentingan, serta menjalankan program edukasi dan CSR berkelanjutan,” ujarnya, Rabu (17/9/2025).
Sebagai perbandingan, pasokan listrik di Bangka Belitung saat ini masih banyak bergantung pada Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) berbahan bakar batu bara. Sejumlah pihak menilai, pemanfaatan energi terbarukan seperti tenaga surya dan angin seharusnya lebih dikedepankan karena dinilai lebih aman dan berkelanjutan.
Hingga kini, Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung belum mengambil keputusan final terkait pembangunan PLTN Gelasa. Aspirasi masyarakat disebut akan menjadi salah satu pertimbangan penting sebelum rencana tersebut diputuskan.




