Peran Saka Nasional 2025 Dinilai Terlalu Mahal, 14 Provinsi Belum Konfirmasi
Oleh : Arya Ramandanu (Wartawan dan Penggiat Pramuka)

PANGKALPINANG,INLENS.id – Gorontalo dipilih sebagai tuan rumah Peran Saka Nasional 2025 yang dijadwalkan berlangsung pada September mendatang. Namun, kegiatan yang sejatinya menjadi ajang konsolidasi dan penguatan peran satuan karya (saka) Pramuka ini justru menuai kritik tajam, terutama soal tingginya biaya keikutsertaan. Sabtu (16/08/2025)

Dari hitungan kasar, biaya keberangkatan peserta dari Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung, mencapai hampir Rp9 juta per orang. Angka ini dinilai memberatkan dan jauh dari semangat inklusivitas gerakan Pramuka yang mestinya membuka ruang seluas-luasnya bagi keterlibatan kaum muda lintas latar belakang.
Bukan hanya soal biaya, data terbaru menunjukkan bahwa 14 provinsi hingga kini belum mengirimkan konfirmasi kesediaan kepesertaan. Provinsi tersebut antara lain Sumatra Utara, Bengkulu, Bangka Belitung, DKI Jakarta, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Banten, NTT, NTB, Kalimantan Tengah, Maluku, Maluku Utara, Kepulauan Riau, dan Papua Barat.
Penggiat Pramuka nasional, Rama, menilai situasi ini sebagai tanda ketidaksiapan panitia nasional dalam mengelola agenda besar.
