Peran Saka Nasional 2025 Dinilai Terlalu Mahal, 14 Provinsi Belum Konfirmasi
Oleh : Arya Ramandanu (Wartawan dan Penggiat Pramuka)

“Jika benar biaya per peserta mencapai Rp9 juta, jelas ini bukan perkemahan rakyat, melainkan perkemahan elitis. Peran Saka seharusnya membentuk kader muda berkarakter dan membumi, bukan menjadi ajang bisnis atau pemborosan anggaran. Fakta bahwa 14 provinsi belum menyatakan ikut adalah alarm keras bahwa ada masalah serius dalam desain kegiatan ini,” tegas Rama.
Ia juga menyoroti lemahnya koordinasi Kwartir Nasional dengan kwartir daerah.
“Kalau separuh Indonesia belum pasti ikut, apa gunanya menyebutnya sebagai kegiatan nasional? Kwartir Nasional harus lebih peka, jangan sampai agenda yang mestinya membanggakan justru menjadi catatan kelam karena gagal menyatukan daerah,” tambahnya.
Kritik ini kian relevan di tengah sorotan publik terhadap kondisi gerakan Pramuka yang dinilai mulai menjauh dari akar idealismenya. Alih-alih menjadi wadah pendidikan karakter, berbagai kegiatan justru lebih menonjolkan biaya tinggi, formalitas, dan seremoni yang miskin makna.
