BeritaDaerahPangkalpinang

Sambut HUT Sumpah Pemuda, APKLI Merah Putih Hidupkan Semangat Persatuan Lewat Donor Darah

PANGKALPINANG, INLENS.id — Semangat Sumpah Pemuda tidak hanya dikenang melalui upacara dan rangkaian seremonial. Nilai persatuan yang diwariskan para pemuda pada 28 Oktober 1928 juga dapat diwujudkan melalui aksi nyata yang memberi manfaat bagi sesama.

Semangat itulah yang ditunjukkan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) Merah Putih Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dengan menggelar kegiatan donor darah dalam menyambut Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober.

Kegiatan donor darah tersebut berlangsung di Unit Donor Darah PMI Pangkalpinang, Jalan Ican Saleh No. 88, Kelurahan Rawa Bangun, Kecamatan Taman Sari, Kota Pangkalpinang, Sabtu (24/10/2026).

Ketua DPW APKLI Merah Putih Babel, Mangimpal Lumbantoruan, turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Baginya, donor darah bukan sekadar kegiatan sosial, tetapi juga menjadi salah satu cara sederhana untuk menerjemahkan semangat persatuan dan kepedulian yang terkandung dalam Sumpah Pemuda.

Usai mengikuti donor darah, Mangimpal menyampaikan bahwa momentum Sumpah Pemuda sepatutnya tidak berhenti pada mengenang sejarah, tetapi harus diisi dengan kegiatan yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

Menurutnya, setetes darah yang diberikan secara sukarela dapat menjadi bentuk kepedulian terhadap orang lain yang sedang membutuhkan.

Baca juga  Sambut HUT Basarnas ke-54, Kansar Pangkalpinang Gelar Donor Darah

“Semangat Sumpah Pemuda adalah semangat persatuan dan kepedulian. Donor darah menjadi salah satu bentuk nyata bagaimana kita mengisi momentum tersebut dengan membantu sesama,” ujar Mangimpal.

Ia menilai kegiatan sosial seperti donor darah penting untuk terus digelorakan, khususnya di kalangan pemuda dan organisasi masyarakat. Sebab, semangat kebersamaan yang dahulu menjadi kekuatan para pemuda dalam memperjuangkan kemerdekaan kini dapat diwujudkan melalui aksi sosial di tengah masyarakat.

Dari Sumpah Pemuda untuk Kemanusiaan Sumpah Pemuda lahir dari Kongres Pemuda II yang berlangsung pada 27–28 Oktober 1928 di Batavia, yang kini dikenal sebagai Jakarta.

Peristiwa bersejarah tersebut menjadi salah satu tonggak penting perjalanan bangsa Indonesia. Para pemuda dari berbagai daerah, organisasi, suku, dan latar belakang berkumpul dengan satu tekad: menguatkan persatuan sebagai satu bangsa.

Kongres tersebut dihadiri oleh berbagai organisasi kepemudaan, di antaranya Perhimpunan Pelajar-Pelajar Indonesia (PPPI), Jong Java, Jong Sumatranen Bond, Jong Celebes, Jong Ambon, Jong Batak, hingga Pemuda Kaum Betawi.

1 2Laman berikutnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan