
BANGKA, INLENS.id – Satgaswil Kepulauan Bangka Belitung Densus 88 Antiteror Polri berkolaborasi dengan Biro Kesra Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, DP3ACSKB Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, serta Polda Kepulauan Bangka Belitung menggelar sosialisasi wawasan kebangsaan dan pencegahan paham intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme (IRET).
Kegiatan yang menyasar 180 siswa dan siswi SMAN 1 Merawang tersebut dilaksanakan pada Kamis (22/10/2026). Sosialisasi ini bertujuan meningkatkan pemahaman pelajar mengenai bahaya paham IRET sekaligus memperkuat semangat nasionalisme, toleransi, dan persatuan di kalangan generasi muda.
Katim Pencegahan Satgaswil Kepulauan Bangka Belitung Densus 88 AT Polri, Ipda Hariyadi, S.H., menjelaskan definisi IRET serta berbagai dampak negatif paham radikalisme yang dapat memengaruhi berbagai kalangan, termasuk anak-anak dan remaja.
Dalam pemaparannya, Hariyadi juga mengulas proses radikalisasi pada anak dan remaja, termasuk pola perekrutan melalui media sosial dan propaganda yang memanfaatkan game online. Para siswa diberikan pemahaman mengenai sejumlah faktor yang dapat menyebabkan generasi muda rentan terpapar paham radikal dan ekstrem.
Selain itu, materi sosialisasi turut menyoroti persoalan perundungan atau bullying yang menjadi ancaman bagi pelajar. Hariyadi menjelaskan dampak psikologis bullying terhadap anak serta langkah-langkah yang perlu dilakukan apabila siswa menjadi korban atau menyaksikan temannya mengalami perundungan.