BeritaDaerahPangkalpinang

Sambut HUT Sumpah Pemuda, APKLI Merah Putih Hidupkan Semangat Persatuan Lewat Donor Darah

Semangat untuk mengesampingkan perbedaan demi persatuan kemudian melahirkan ikrar yang hingga kini menjadi salah satu simbol kuat identitas kebangsaan Indonesia.

Sejumlah tokoh memiliki peran penting dalam Kongres Pemuda II, di antaranya Sugondo Djojopuspito yang memimpin jalannya kongres, Mohammad Yamin yang berperan dalam perumusan ikrar, serta Wage Rudolf Supratman yang memperdengarkan lagu “Indonesia Raya” untuk pertama kalinya secara instrumental menggunakan biola.

Tiga Ikrar yang Menyatukan Indonesia

Dalam momentum tersebut, para pemuda mengikrarkan tiga tekad yang menjadi fondasi persatuan bangsa.

Pertama, mengakui bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia.

Kedua, mengakui berbangsa yang satu, bangsa Indonesia.

Ketiga, menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.

Semangat itulah yang kemudian diwariskan dari generasi ke generasi.

Kini, hampir satu abad setelah ikrar tersebut lahir, semangat persatuan dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk. Salah satunya melalui kegiatan kemanusiaan seperti donor darah.

Baca juga  Peduli Kemanusiaan, PT TIMAH Tbk Kolaborasi dengan PMI Bangka Barat Gelar Donor Darah

Bagi APKLI Merah Putih Babel, kegiatan donor darah menjadi pengingat bahwa persatuan tidak hanya berbicara tentang kebangsaan, tetapi juga tentang kepedulian terhadap sesama.

Di tengah kebutuhan darah yang terus ada, aksi sederhana seseorang untuk mendonorkan darah dapat memberikan harapan bagi orang lain yang membutuhkan.

Karena itu, menyambut HUT Sumpah Pemuda bukan sekadar mengingat tiga ikrar bersejarah, tetapi juga menghidupkan kembali nilai di baliknya: bersatu, peduli, dan bergerak bersama untuk kemanusiaan.

Melalui donor darah, APKLI Merah Putih Babel ingin menunjukkan bahwa semangat Sumpah Pemuda tetap relevan dan dapat diwujudkan dalam tindakan nyata di tengah masyarakat.

Laman sebelumnya 1 2

Related Articles

Tinggalkan Balasan