BeritaDaerahDPRD BabelPangkalpinang

Didit Soroti Data Bansos Babel: Rumah Bagus Belum Tentu Ekonomi Masyarakat Mapan

PANGKALPINANG, INLENS.id — Ketua DPRD Babel, Didit Srigusjaya, meminta BPS Pusat dan BPS Provinsi untuk memasukkan variabel kearifan lokal dalam kriteria penentuan masyarakat penerima bantuan sosial (bansos) dan perlindungan sosial.

Hal itu disampaikannya usai memimpin Audiensi terkait Dinamika Pendataan Desil sebagai dasar penetapan program bantuan dan perlindungan sosial di Ruang Badan Musyawarah (Banmus) DPRD Babel, Jumat (02/10/2026).

Didit menilai, kondisi sosial-ekonomi masyarakat Bangka Belitung memiliki karakteristik unik yang tidak bisa diukur semata-mata menggunakan indikator fisik baku seperti standar daerah lain.

“Suasana Bangka Belitung itu beda dengan provinsi lain. Dulu kita masih punya timah, punya sahang (lada). Ada masa masyarakat bisa membangun rumah yang bagus. Tapi sekarang, mohon maaf, rumahnya bagus belum tentu ekonominya ada,” kata Didit saat ditemui awak media.

Baca juga  DPRD Babel Sampaikan Rekomendasi LHP BPK dan Mulai Bahas Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025

Menurut Didit, variabel kearifan lokal tersebut sangat krusial agar potret kemiskinan dan kelayakan penerima bantuan di Bangka Belitung menjadi lebih objektif dan riil.

Usulan ini telah disampaikan langsung kepada BPS dan pemerintah pusat agar dijadikan salah satu variabel penentu penetapan desil.

WhatsApp Image 2026 10 02 at 18.54.12

Selain mengawal variabel lokal, Didit juga menggarisbawahi pentingnya keterlibatan pemerintah desa dalam setiap kegiatan pendataan oleh instansi mana pun.

1 2Laman berikutnya

Related Articles