400 Nelayan Pangkalpinang Menjerit! Tiga Pekan Tak Melaut, Didit Perjuangkan Tambahan BBM

PANGKALPINANG, INLENS.id – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi berdampak terhadap aktivitas ratusan nelayan di Kota Pangkalpinang. Sebanyak 400 nelayan dilaporkan tidak dapat melaut selama 21 hari terakhir akibat terkendala pasokan solar dan pertalite.
Merespons kondisi tersebut, Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Didit Srigusjaya, berkoordinasi dengan pihak Pertamina untuk mencari solusi agar pasokan BBM bagi nelayan segera terpenuhi.
Didit mengungkapkan, dirinya menerima laporan langsung dari perwakilan nelayan Pangkalpinang, Feryansa, yang menyampaikan kondisi para nelayan akibat kelangkaan BBM bersubsidi.
Berdasarkan pendataan yang diterimanya, kebutuhan BBM yang belum terpenuhi untuk 400 nelayan tersebut mencapai 420.000 liter. Jumlah itu terdiri atas kekurangan awal sebanyak 300.000 liter dan tambahan kebutuhan susulan sebesar 120.000 liter, termasuk pertalite untuk penerangan kapal.
“Setelah dilakukan pendataan, total kekurangan BBM untuk 400 nelayan ini mencapai 420.000 liter. Rinciannya, kekurangan awal yang tercatat sebesar 300.000 liter, ditambah kekurangan susulan sebanyak 120.000 liter, yang sudah mencakup pertalite untuk kebutuhan penerangan kapal,” ujar Didit, Selasa (3/11/2026).
Menindaklanjuti laporan tersebut, Didit langsung berkomunikasi dengan Penanggung Jawab Pertamina se-Bangka Belitung, Wicaksono. Dari hasil koordinasi itu, Pertamina menyetujui penambahan pasokan BBM bersubsidi sebanyak 120.000 liter untuk disalurkan kepada nelayan terdampak.




