BeritaDaerahPangkalpinangPemkot Pangkalpinang

Tak Lagi Jual Buah Murah, Tuatunu Indah Genjot Industri Olahan Nanas untuk Sejahterakan Petani

Untuk mengatasi persoalan tersebut, pemerintah kelurahan bersama pelaku UMKM mulai mengembangkan berbagai produk turunan nanas seperti selai, dodol, hingga rencana produksi mochi berbahan dasar nanas.

Iwan berharap hilirisasi produk tersebut dapat meningkatkan nilai jual nanas sekaligus menjaga stabilitas harga di tingkat petani.

Selama ini, sebagian besar hasil panen nanas dari Tuatunu Indah masih dijual dalam bentuk buah segar ke luar daerah, terutama Jakarta. Ironisnya, harga yang diterima petani hanya berkisar Rp7.000 per buah, sementara di pasar konsumen luar daerah nilainya bisa mencapai Rp25.000.

Baca juga  Bangka Garage, Tempat Nongkrong Hits dari Tua sampai Muda – Live Music, DJ & Sajian Mantap Hingga Dini Hari!

“Karena itu kami berharap pengolahan produk bisa berkembang. Jika nilai tambahnya meningkat, maka kesejahteraan petani juga akan ikut meningkat,” jelasnya.

Ia optimistis pengembangan sentra nanas dan UMKM olahan nanas akan menjadi solusi untuk menjaga keberlangsungan usaha para petani sekaligus menjadikan Tuatunu Indah sebagai ikon baru produk unggulan Kota Pangkalpinang.

“Kami ingin petani tetap semangat menanam nanas. Dengan adanya industri olahan dan dukungan pemasaran, komoditas ini bisa menjadi kekuatan ekonomi masyarakat ke depan,” pungkasnya.

Laman sebelumnya 1 2

Related Articles