Tingkatkan Literasi Finansial, PT TIMAH Gelar Sosialisasi Investasi Emas Bersama Bank Syariah Indonesia

Menurut Fajar, investasi memiliki potensi nilai keuntungan lebih tinggi dibandingkan tabungan biasa, meski memiliki tingkat risiko yang lebih kompleks. Selain emas, bentuk investasi lainnya juga dapat berupa deposito, properti, surat berharga, asuransi hingga bisnis.
Ia menjelaskan emas menjadi salah satu instrumen investasi yang diminati karena bersifat likuid atau mudah dicairkan menjadi dana tunai kapan saja. Selain itu, emas dinilai minim risiko gagal bayar maupun kebangkrutan sehingga cocok untuk kebutuhan jangka panjang seperti pendidikan, dana pensiun hingga persiapan ibadah haji.
Fajar juga mengingatkan pentingnya memahami profil risiko investasi, baik agresif, moderat maupun konservatif, agar masyarakat tidak mudah tergiur dengan tawaran investasi berimbal hasil tinggi yang tidak masuk akal.
“Investasi bukan hanya soal mencari keuntungan besar, tetapi bagaimana konsisten dan disiplin dalam mengelola keuangan,” katanya.
Selain membahas investasi emas, sosialisasi ini juga mengedukasi peserta mengenai pentingnya pengelolaan arus kas atau cash flow dengan membagi pendapatan secara proporsional untuk kebutuhan zakat, kewajiban, investasi, kebutuhan rutin hingga rekreasi.
Menurut Fajar, emas juga dikenal sebagai aset safe haven yang mampu mempertahankan nilai dalam jangka panjang dan dapat diwariskan lintas generasi.
Melalui kegiatan ini, PT TIMAH berharap karyawan semakin memahami pentingnya investasi sejak dini dan mampu membangun kebiasaan finansial yang sehat untuk mendukung perencanaan masa depan yang lebih matang. (*)




