Rapat Evaluasi APBD: Pemkot Pangkalpinang Fokus Genjot PAD dan Optimalkan Aset Daerah

PANGKALPINang, INLENS.id – Pemerintah Kota Pangkalpinang, Provinsi Bangka Belitung, tengah memutar otak untuk mengamankan postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2026.
Salah satu langkah ekstrem yang dibidik adalah rencana penjualan aset daerah berupa ratusan rumah dinas guru guna mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Rencana strategis tersebut mengemuka dalam Rapat Evaluasi Kinerja, Fisik, dan Keuangan APBD Bulan April Tahun 2026 yang digelar di Ruang Pertemuan Bapperida Kota Pangkalpinang pada Senin, 18 Mei 2026.
Rapat ini dipimpin langsung oleh Wali Kota Pangkalpinang Profesor Saparudin, yang akrab disapa Prof Udin, didampingi Wakil Wali Kota Dessy Ayutrisna, serta jajaran pejabat eselon II dan direksi BUMD setempat.
Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah Kota Pangkalpinang, Budiyanto mengungkapkan, saat ini sisa anggaran dari alokasi Rp55 miliar tercatat berada di angka Rp12 miliar lebih. Sisa dana ini sedianya akan diplot untuk APBD Perubahan 2026.

Namun, pemkot dihadapkan pada dilema karena adanya kewajiban pemenuhan kegiatan wajib, termasuk sektor pendidikan, yang belum terakomodasi.
“Kami sempat bingung. Namun, beruntung ada surat edaran terkait efisiensi perjalanan dinas dari luar negeri. Dari sana, kita bisa menghemat kurang lebih Rp1 miliar. Kami masih menunggu efisiensi serupa dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lainnya,” ujarnya dalam rapat.
Untuk menutup celah fiskal dan menjaga kestabilan APBD Perubahan di angka Rp6 hingga Rp10 miliar, pemkot bertindak agresif dalam mengejar target pendapatan alternatif.
Salah satu target utamanya adalah mempercepat proses administrasi penjualan lebih dari 100 unit rumah dinas guru yang ditargetkan menyumbang pemasukan hampir Rp7 miliar. Target pembersihan administrasi ini dipatok rampung pada Juni mendatang.




