Rapat Evaluasi APBD: Pemkot Pangkalpinang Fokus Genjot PAD dan Optimalkan Aset Daerah


Selain penjualan rumah dinas, Pemkot Pangkalpinang juga berencana memaksimalkan pemanfaatan aset daerah yang menganggur melalui sistem sewa dengan pihak ketiga, alih-alih melakukan pengadaan baru.
Di sisi lain, Wali Kota Pangkalpinang, Prof Udin, menekankan bahwa perombakan dan rotasi pejabat eselon II yang baru saja dilakukan harus menjadi momentum peningkatan pelayanan publik. Ia menegaskan tidak ingin lagi melihat ada OPD yang bekerja secara ego sektoral atau berjalan sendiri-sendiri.
“Semua kinerja fisik dan realisasi PAD ini dibuka secara transparan kepada publik agar masyarakat bisa langsung menilai kinerja kita,” tegas Prof Udin.
Dalam waktu dekat, ia bersama Wakil Wali Kota Dessy Ayutrisna berencana mengarantina seluruh kepala OPD dalam sebuah pertemuan khusus selama satu hari penuh. Agenda tersebut dirancang
untuk menyamakan persepsi terkait visi-misi strategis yang tertuang dalam RPJMD, serta menuntaskan masalah-masalah krusial kota.
“Isu wajib seperti kondisi pasar, pengelolaan sampah, dan banjir harus langsung diselesaikan dengan aksi nyata, bukan lagi memperdebatkan teorinya. Belanda saja yang wilayahnya di bawah permukaan laut bisa mengatasi banjir, apalagi Pangkalpinang yang titik terendahnya masih berada 5 hingga 6 meter di atas permukaan laut. Ini hanya masalah keseriusan berpikir dan ketepatan bertindak,” lanjutnya.
Meski dibayangi pengetatan anggaran, Prof Udin tetap memberikan apresiasi terhadap capaian performa keuangan daerah hingga akhir April 2026.
Realisasi pajak daerah tercatat tumbuh positif di angka 33,98 persen, melampaui target triwulan pertama sebesar 25 persen. Sementara itu, retribusi daerah juga menunjukkan tren stabil di angka 32,39 persen.
Apresiasi khusus juga disampaikan kepada Bank Sumsel Babel atas kontribusi dividen dan bagi hasil yang signifikan bagi kas daerah, di mana realisasinya melonjak menjadi Rp8,3 miliar dari proyeksi awal yang biasanya berada di angka Rp6 miliar.




