BeritaDaerahDPRD BabelPangkalpinang

Warga Keluhkan Jalan Rusak hingga Lampu Padam, Rustam Mataris Janji Kawal 190 Aspirasi ke Paripurna DPRD Babel

PANGKALPINANG, INLENSid – Keluhan masyarakat terkait jalan rusak, saluran air tersumbat, hingga lampu penerangan jalan yang padam menjadi perhatian serius Anggota Komisi III DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, H. Rustam Mataris. Usai turun langsung menemui warga dalam agenda penyerapan aspirasi, Rustam memastikan seluruh masukan masyarakat akan diperjuangkan hingga ke tingkat pemerintah provinsi.

Politisi DPRD Babel tersebut menegaskan, mendengar langsung persoalan masyarakat merupakan tanggung jawab utama sebagai wakil rakyat. Seluruh aspirasi yang telah dihimpun nantinya akan dibawa dalam rapat paripurna DPRD Provinsi Bangka Belitung bersama jajaran eksekutif guna mendorong tindak lanjut nyata terhadap berbagai persoalan di lapangan.

“Kami benar-benar menampung apa yang menjadi keluhan masyarakat. Semua poin usulan ini nanti akan kami bawa dalam rapat paripurna bersama pihak eksekutif provinsi. Mudah-mudahan bisa segera ditindaklanjuti,” ujar Rustam Mataris, Sabtu (16/5/2026).

Dari hasil dialog bersama warga, terdapat sejumlah persoalan utama yang paling banyak dikeluhkan masyarakat, terutama terkait kondisi infrastruktur jalan, saluran drainase, serta penerangan jalan umum.

Rustam menjelaskan, warga menyoroti kondisi jalan yang rusak di sejumlah titik, termasuk di kawasan Ketapang. Selain itu, saluran air di sepanjang Jalan Dapati Hamzah dan Jalan Air Hitam juga disebut sudah puluhan tahun tidak pernah dibersihkan sehingga menyebabkan air tersumbat dan menimbulkan bau tidak sedap.

“Saluran air di Jalan Dapati Hamzah dan Jalan Air Hitam sudah lama tersumbat dan tidak pernah diolah kembali. Air jadi tidak mengalir dan menimbulkan bau. Ini tentu harus menjadi perhatian serius,” jelasnya.

Baca juga  Pahlivi Soroti Kinerja Diskominfo Babel: "Mimpi Mau Nilai SPBE Tinggi, Urusi Website Saja Tak Becus"

Tak hanya itu, persoalan lampu jalan yang banyak mati juga menjadi keluhan dominan masyarakat. Menurut Rustam, kondisi tersebut dinilai membahayakan pengguna jalan dan kerap memicu kecelakaan lalu lintas.

Ia mengaku telah berkoordinasi dengan pihak PLN terkait kondisi tersebut. Namun, terdapat perbedaan antara data laporan dengan kondisi nyata di lapangan.

“Pihak PLN menyampaikan pelayanan penerangan sudah hampir 100 persen, tetapi kenyataannya di lapangan masih banyak lampu jalan yang padam. Ini yang akan kami pertanyakan kembali,” katanya.

Sementara terkait persoalan pasar yang turut disampaikan warga, Rustam menyebut hal itu menjadi kewenangan pemerintah kota. Meski demikian, seluruh masukan tetap akan dicatat untuk dikoordinasikan lintas sektor.

Dalam kegiatan tersebut, Rustam mengaku lebih memilih turun langsung mendengar suara masyarakat dibanding hanya menerima laporan dari pihak lain. Menurutnya, persoalan riil masyarakat harus diketahui secara langsung agar solusi yang diperjuangkan benar-benar tepat sasaran.

“Kalau sebelumnya reses di sekolah-sekolah lebih banyak soal pendidikan, sekarang saya ingin mendengar langsung persoalan masyarakat di lapangan. Kita harus tahu sendiri apa yang benar-benar mereka rasakan,” tegasnya.

Secara keseluruhan, Rustam menyebut terdapat sekitar 190 poin aspirasi dan keluhan masyarakat yang berhasil dihimpun dalam kegiatan tersebut. Seluruhnya kini telah didata untuk selanjutnya diperjuangkan dalam forum resmi pemerintahan.

“Ada sekitar 190 lebih poin usulan dan keluhan yang sudah kami catat. Semua akan kami perjuangkan kepada pihak eksekutif maupun pemerintah daerah,” pungkasnya.

Related Articles

Tinggalkan Balasan