BeritaDaerahPangkalpinangPemkot Pangkalpinang

Pangkalpinang Kejar Target UHC, Kini Bayar Iuran JKN Bisa Lewat Donasi Perbankan

Kondisi ini dinilai berisiko bagi stabilitas pelayanan kesehatan jika tidak segera diseimbangkan.

“Idealnya harus seimbang. Kuncinya ada pada optimalisasi peserta Kelas 1, Kelas 2, dan segmen Mandiri. Peningkatan jumlah peserta aktif di lini ini akan menambah iuran dan menopang beban biaya layanan secara gotong royong,” ujar pemateri dalam forum tersebut.

Untuk mengejar target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029, Pemkot Pangkalpinang dan BPJS Kesehatan menerapkan strategi tiga jalur sesuai Inpres Nomor 1 Tahun 2022, yang pertama, kepesertaan JKN aktif kini menjadi instrumen wajib dalam berbagai layanan publik, mulai dari syarat pembuatan SIM dan SKCK di kepolisian, pendaftaran haji di Kemenag, hingga pengurusan izin usaha melalui sistem Online Single Submission (OSS).

Kedua, Pemkot mendorong pihak ketiga, seperti Bank Sumsel Babel dan Yayasan SPPG, untuk menyalurkan donasi dalam bentuk pembayaran iuran kolektif bagi warga yang membutuhkan. Selain itu, terdapat Program PESIAR (Petugas Pemeriksa JKN) yang bertugas menjangkau warga hingga ke tingkat desa.

Baca juga  PKL Depan Mess IV PT Timah Diminta Hengkang Oleh CV Panglima Kuliner, APKLI Angkat Suara

Dan yang ketiga, BPJS Kesehatan memperkuat pengawasan kepatuhan badan usaha bersama Disnaker serta mempermudah akses warga melalui, Layanan Pandawa (WhatsApp). VIOLA (Virtual Office Layanan Online). Dan BPJS Keliling untuk jemput bola di titik keramaian.

Wali Kota Saparudin menegaskan bahwa keberlangsungan JKN bukan hanya tanggung jawab BPJS Kesehatan semata, melainkan kerja kolektif. Melalui prinsip risk pooling, peserta yang sehat diharapkan tetap rutin membayar iuran untuk membantu mereka yang sakit.

Sinergi ini diharapkan tidak hanya sekadar mengejar angka cakupan semesta (UHC), tetapi juga memastikan warga Kota Pangkalpinang mendapatkan proteksi kesehatan yang berkualitas tanpa terbebani masalah finansial di masa depan.

“Semoga saja sinergi ini makin memperkuat perlindungan kesehatan warga, menjaga keseimbangan dana, dan memastikan layanan kesehatan berkualitas tetap bisa dinikmati oleh seluruh masyarakat Bangka Belitung, khususnya di kota Pangkalpinang,” harapan Prof. Udin.

Laman sebelumnya 1 2

Related Articles