Pangkalpinang Kejar Target UHC, Kini Bayar Iuran JKN Bisa Lewat Donasi Perbankan

PANGKALPINANG, INLENS.id – Pemerintah Kota Pangkalpinang terus memutar otak untuk menjaga keberlanjutan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Tantangan klasik berupa ketimpangan antara iuran yang terkumpul dengan tingginya biaya layanan kesehatan (defisit) menjadi fokus utama yang mulai diurai lewat kolaborasi lintas sektor.
Wali Kota Pangkalpinang, Prof. Saparudin, bersama Wakil Wali Kota Dessy Ayutisna, memimpin langsung Forum Komunikasi Strategi Penguatan Rekrutmen dan Reaktivasi Peserta Universal Health Coverage (UHC) di Pangkalpinang, yang digelar di Smart Room Center (SRC), Lt.2 Kantor Wali Kota Pangkalpinang, Senin (11/05/2026).
Dalam pertemuan tersebut, dilakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) donasi antara BPJS Kesehatan dengan Bank Sumsel Babel serta Yayasan SPPG sebagai langkah konkret memperkuat pendanaan JKN.
Berdasarkan data terbaru, profil kepesertaan di Kota Pangkalpinang menunjukkan kontras yang tajam. Segmen Pekerja Tidak Penerima Upah Bukan Pegawai Negeri (PTUPM) mencatatkan angka keaktifan nyaris sempurna di level 97,5 persen.
Namun, raport merah masih terlihat pada segmen Peserta Bukan Penerima Upah (PBBP) Mandiri. Capaian saat ini 57,9 persen. Sementara tren pertumbuhan naik 7,5 persen dibandingkan tahun lalu (50,4 persen).

Masalah utama yang mencuat adalah nilai Cost Per Member Per Month (biaya layanan per peserta) di Pangkalpinang kini telah melampaui Premium Per Member Per Month (iuran yang diterima).




