ABK Ditangkap, Otak Penyelundupan 25 Ton Timah Belum Tersentuh: Aparat Diuji Keberaniannya

PANGKALPINANG, INLENS.id – Kasus penyelundupan 25 ton timah yang digagalkan Bea Cukai Pangkalpinang bersama Satgas dan TNI AL di Tanjung Kerasak ternyata belum sepenuhnya terbuka.
Publik masih disuguhi cerita lama anak buah kapal (ABK) diamankan, sementara aktor utama tetap berada di balik layar. Padahal, Kepala Bea Cukai Pangkalpinang Junanto sebelumnya secara terbuka mengakui bahwa penindakan tersebut baru menyentuh level bawah.
Ia bahkan menyebut pihaknya belum puas karena dalang utama belum tersentuh hukum.
Namun, informasi terbaru yang diterima redaksi jejaring media ini mulai mengarah pada satu nama.
Sosok bernama Aki disebut-sebut sebagai otak sekaligus pemilik 25 ton timah selundupan tersebut. Menariknya, Aki bukan pemain lama dalam pusaran bisnis timah ilegal Bangka Belitung.
“Informasinya punya Aki. Dia pendatang, pemain baru di dunia timah, domisilinya di Penyak, Bangka Tengah,” ungkap sumber yang enggan disebutkan namanya.
Fakta ini menimbulkan tanda tanya besar. Bagaimana mungkin seorang pemain baru berani menggerakkan penyelundupan dalam skala besar 25 ton timah tanpa jaringan kuat dan dukungan logistik yang matang.
Jika informasi ini benar, maka kasus ini bukan sekadar soal penyelundupan biasa, melainkan gambaran betapa longgarnya pengawasan dan kuatnya jaringan di balik bisnis timah ilegal.
Kini publik menunggu
apakah aparat penegak hukum berani menelusuri jejak Aki hingga ke hulu, atau kasus ini kembali berhenti di level bawah seperti banyak kasus timah sebelumnya.
Diberitakan sebelumnya, Kepala Bea dan Cukai Pangkalpinang, Junanto mengaku belum puas karena aktor sekaligus dalang pemilik 25 ton timah selundupan tersebut belum berhasil ditangkap.
Saat ini, tim gabungan kantor Bea Cukai, Satgas dan TNI AL baru berhasil mengamankan tiga orang yang berstatus sebagai ABK. Sementara, dalang dan pemiliknya belum tersentuh.




