BangkaBangka BelitungBeritaDaerahPangkalpinang

Publik Pertanyakan Urgensi Sewa Depo Afuk Belinyu, Pertamina Sumbagsel Saling Lempar Tanggung Jawab

BANGKA, INLENS.id – Dugaan praktik tidak transparan dalam sewa kontrak antara Pertamina Depo Pangkalbalam dengan depo swasta milik Afuk di Belinyu semakin menguat. Kondisi ini diperparah dengan sikap pihak Pertamina yang saling lempar tanggung jawab saat dikonfirmasi awak media terkait kerjasama tersebut.

Sebelumnya, redaksi menerima pesan WhatsApp dari admin sales area retail Bangka Belitung yang menyampaikan bahwa segala permintaan data atau wawancara terkait Pertamina harus melalui jalur satu pintu yaitu Communication & Relation (Comrel). Pesan tersebut menyematkan nomor kontak Ian sebagai Comrel Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) dengan nomor +62 823-2963-7XXX dan kontak tambahan +62 821-6624-0XXX.

Berdasarkan informasi tersebut, Jaringan redaksi media ini kemudian menghubungi Ian. Awalnya, ia merespon salam dan perkenalan, namun ketika ditanya terkait kontrak Pertamina dengan depo swasta Afuk Belinyu, Ian menyatakan tidak paham dan mengklaim bahwa hal tersebut bukan bagian tanggung jawabnya.

Baca juga  BBM Dex Diduga Tercampur Air, Kasus SPBU Parit Padang Bergulir ke Polisi, Nama Afuk Jadi Sorotan Terkait Kepemilikan SPBU

“Maaf mas, yang ngasih nomor saya siapa ya. Saya ga paham soal itu, bukan bagian saya,” ucap Ian saat diwawancarai.

Setelah tak kunjung mendapatkan jawaban, redaksi mencoba kembali meminta tanggapan beberapa hari kemudian, namun ternyata kontak media telah diblokir.

Padahal, seyogyanya Comrel bertugas sebagai ujung tombak komunikasi internal dan eksternal, menangani hubungan dengan pemerintah, masyarakat, CSR, serta media untuk menjaga citra perusahaan dan hubungan baik dengan pemangku kepentingan – bukan malah menghindar atau saling melemparkan tanggung jawab.

Diduga Ada Kongkalikong

Tingginya intensitas bongkar muat serta distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) dari depo swasta Afuk Belinyu yang disewa Pertamina menjadi pertanyaan besar di kalangan publik.

Terlebih, disebut-sebut bahwa distribusi masif dari depo swasta tersebut menjadi salah satu pemicu krisis dan kelangkaan BBM di beberapa kota dan kabupaten di Provinsi Bangka Belitung.

1 2Laman berikutnya