BangkaBeritaDaerahPangkalpinang

Terkuak! Distribusi BBM Pulau Bangka : 9.000 KL Masuk Belinyu, Pangkalbalam Cuma Dapat Sisa

BANGKA, INLENS.id — Keberadaan depo yang dikontrak Pertamina di kawasan Belinyu kembali disorot, karena diduga menjadi salah satu pemicu krisis dan kelangkaan BBM yang terjadi di sejumlah wilayah di Pulau Bangka dalam beberapa hari terakhir.

Seorang sumber terpercaya dari redaksi Babelupdate.com mengungkap, selama distribusi BBM masih mengandalkan Depo Pertamina Pangkalbalam sebagai depo induk, Bangka tidak pernah mengalami krisis BBM berkepanjangan seperti yang terjadi saat ini.

“Sebelum ada depo Belinyu, tidak pernah ada sejarah antrean minyak seperti sekarang. Stok selalu tersedia, rata-rata 1.000 KL. Setahu saya hanya pernah sekali terjadi krisis dulu, itu pun sebentar,” ujar sumber tersebut, Selasa (18/11/2025).

Sumber yang sama menyebut, pihaknya mendapat informasi bahwa Depo Belinyu baru-baru ini menerima suplai Pertalite dan Pertamax hingga 9.000 KL.

“Kemarin dibongkar 9.000 KL di Belinyu untuk Pertalite dan Pertamax. Sedangkan di Pangkalbalam, kapal baru masuk hari ini jam 11 siang, itu pun hanya 1.000 KL,” ujarnya.

Baca juga  Bertemu Para Penambang, Dirut PT TIMAH Tbk Tekankan Harapan agar Timah untuk Rakyat Benar-Benar Dirasakan Masyarakat

Ia menambahkan, pola distribusi BBM kini lebih banyak diarahkan ke Belinyu. Sementara Depo Pangkalbalam yang selama ini berstatus sebagai depo induk justru menerima sisa distribusi.

“Sekarang lebih banyak bongkar di Belinyu daripada di Pangkalbalam. Di Pangkalbalam hanya dapat sisa. Padahal statusnya depo induk, tapi justru menerima suplai paling sedikit,” jelasnya.

Menurutnya, alur suplai pun tidak menentu. Kadang BBM dikirim menggunakan kapal tanker ke Pangkalbalam, namun sering pula seluruh kuota dibongkar di Belinyu terlebih dahulu.

“Sisa dari Belinyu itu nanti baru dikirim ke Pangkalbalam pakai kapal tanker. Kadang semua dibongkar habis di sana, lalu baru didistribusikan mobil tangki ke SPBU-SPBU,” lanjutnya.

1 2Laman berikutnya

Related Articles