Konflik Membalong Masuki Babak Penentuan, DPRD Babel Ultimatum Perusahaan Sawit

BELITUNG, INLENS.id – Ketegangan panjang antara warga Kecamatan Membalong dan PT Foresta Lestari Dwikarya memasuki babak baru. Setelah bertahun-tahun suara masyarakat tak kunjung digubris, Pimpinan dan Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung akhirnya turun langsung ke Balai Dusun Air Gede, Desa Kembiri, Sabtu (22/11/2025), menjemput aspirasi yang selama ini tertahan.
Tiga desa, Kembiri, Simpang Rusa, dan Membalong, yang tergabung dalam Forum Perjuangan Masyarakat Belantu (FPMB), memanfaatkan momentum ini untuk kembali menegaskan tuntutan mereka, perusahaan harus menuntaskan kewajibannya, terutama soal plasma.
Ketua DPRD Babel, Didit Srigusjaya, tidak menutupi bahwa persoalan ini sudah terlalu lama menggantung.
“Ini kewajiban perusahaan yang sudah bertahun-tahun tidak selesai. Maka InsyaAllah hari Selasa (25/11/2025) kami akan panggil perusahaan dan Pemkab Belitung. Tidak bisa dibiarkan berlarut,” tegas Didit di hadapan warga yang memenuhi balai dusun.
Didit menegaskan, DPRD bukan sekadar datang untuk menenangkan suasana, mereka datang untuk memastikan proses ini bergerak.
“Mudah-mudahan pertemuan nanti membuka jalan. Kami hadir karena tugas kami jelas membela masyarakat,” tambahnya.




