Bangka BelitungBeritaDaerahDPRD BabelPangkalpinang

Sobri Ketua BBM: Anggota DPRD Seharusnya Menyejukkan, Bukan Memprovokasi Warga Untuk Demo PT Timah

Menyinggung tentang keberadaan Satgas Halilintar Timah bentukan Pemerintah Pusat, Sobri menilai bahwa hal itu adalah Langkah yang tepat diambil pemerintah untuk tertibnya tata niaga pertimahan di Bangka Belitung. “Satgas itu dibentuk dengan tujuan menyelamatkan PT Timah dari banyaknya kebocoran dan permainan kotor para pelaku tambang dan kolektor timah,” jelasnya.

Ketua Ormas BBM ini tidak bisa memastikan apakah postingan Yogi Permana berkaitan dengan terganggunya usaha Yogi di bidang pertambangan timah. “Banyak warga yang menyebut bahwa dia juga memiliki usaha tambang dan apakah operasi yang dilakukan Satgas Timah menganggu usaha dia, saya tidak bisa memastikannya,” kata Sobri.

Namun apakah berkaitan atau tidak, kata Sobri, seharusnya seorang anggota dewan jangan berbicara sembarangan. “Dewan kehormatan DPRD, saya harap memanggil anggota Fraksi Gerindra ini dan memperingatkan agar seorang anggota DPRD itu harus berbicara santun dan menyejukkan.”

Saat disinggung apakah postingan itu adalah instruksi partainya, Sobri memastikan itu tidak mungkin karena bertentangan dengan penegasan Presiden RI Prabowo Subianto. Presiden dengan tegas menyampaikan, mulai tanggal 1 September 2025, telah memerintahkan TNI, Polri hingga Bea Cukai untuk membuat operasi besar-besaran di Bangka Belitung. Prabowo mengindikasikan 80 persen hasil timah diselundupkan.

Baca juga  Maryam Soroti Tantangan Kurikulum Baru, Dorong Pembenahan Dunia Pendidikan Bangka Belitung

“Mulai tanggal 1 September 2025 kemarin saya perintahkan TNI, Polri, Bea Cukai bikin operasi besar-besaran di Babel. Selama ini, hampir 80 persen hasil timah diselundupkan, 80 persen kita, kita tutup, dan penyelundupan macam-macam, ada yang pakai kapal, ada yang pakai Ferry, sekarang tutup tidak bisa keluar, sampai kapanpun tidak bisa keluar,”ungkapnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Babel Didit Srigusjaya yang ditemui di gedung dewan Kamis tanggal 2 Oktober 2025 menyesalkan postingan tersebut. “Harusnya ini tidak perlu diungkapkan seorang anggota dewan karena berpotensi membuat kegaduhan di masyarakat apalagi sekarang ada informasi bakal adanya demo besar besaran. Takutnya ini menjadi pemicu demo tersebut,” kata Didit. (Tim JMSI)

Laman sebelumnya 1 2

Related Articles