Sudah Kejang dan Kaku Baru Ditangani, Ini Kesaksian Kakek Bayi 11 Bulan Meningggal Di RSBT

Hingga akhirnya, sekitar pukul 04.00 WIB, bayi malang itu mengalami kejang dan tubuhnya kaku.
“Menantu saya sampai turun ke IGD sambil menjerit seperti orang gila minta tolong. Baru setelah itu ada dokter dan perawat naik. Tapi saya tahu cucu saya sudah meninggal, tubuhnya dingin. Mereka tetap melakukan pompa jantung dan pernapasan, tapi itu percuma,” jelasnya.
Yang membuat keluarga kian kecewa, pihak RSBT disebut tidak menunjukkan empati ataupun membantu proses pemulangan jenazah.
“Tidak ada satupun yang memberi semangat, tidak ada yang membantu urus ambulans. Justru Polres Pangkalpinang yang akhirnya mengirim ambulans dan membantu kami pulang membawa jenazah. Terima kasih untuk kepolisian, tapi kami kecewa berat dengan RSBT,” tegasnya.
Hingga kini, keluarga mengaku belum menerima surat kematian dari pihak rumah sakit. Sang kakek berharap kejadian tragis yang menimpa cucunya mendapat perhatian serius dari pihak berwenang.
“Kami minta keadilan untuk cucu kami, Al Zayan. Tolong ada tindakan lanjut agar tidak ada lagi bayi atau pasien lain yang mengalami nasib seperti ini,” pungkasnya.
Sementara itu, pada 2 September 2025, media ini sempat menghubungi Humas RSBT Pangkalpinang, Derri Afrian, untuk meminta klarifikasi.
Saat itu Derri menyampaikan bahwa RSBT akan menggelar konferensi pers pada pukul 15.00 WIB. Namun, sekitar setengah jam kemudian, ia kembali menghubungi media ini melalui pesan WhatsApp dan menyatakan konferensi pers ditunda, menunggu arahan dari Direktur RSBT.
Hingga berita ini diturunkan, media ini masih menunggu klarifikasi resmi dari pihak RSBT terkait pernyataan keluarga almarhum.




