Wagub Babel Kunjungi Pabrik Pengolahan Singkong di Damar

Sementara itu, Manajer Produksi PT. Suryamas Beltim Indo Makmur, Willyam Chandra, menjelaskan bahwa saat ini pihaknya menargetkan perluasan lahan singkong hingga 1.500 hektar pada tahap awal agar kapasitas produksi dapat mencapai 50% hingga 60%. Dalam jangka panjang, target lahan akan ditingkatkan hingga 4.500 hektar agar pabrik bisa beroperasi dengan kapasitas penuh.
Willyam juga menekankan bahwa proses produksi di pabrik dilakukan secara ramah lingkungan. Semua limbah yang dihasilkan tidak dibuang sembarangan, melainkan dimanfaatkan kembali.
“Limbah padat dari produksi digunakan sebagai pakan ternak, sekitar 5 ton dari 20 ton singkong bisa dimanfaatkan. Sementara limbah cair diproses menjadi biogas. Jadi, tidak ada yang terbuang sia-sia,” jelasnya.
Kehadiran pabrik ini diharapkan menjadi titik awal pengembangan industri berbasis pertanian di Belitung Timur. Pemerintah provinsi mendorong kolaborasi lintas sektor untuk memastikan kelangsungan bahan baku, pengembangan lahan, dan pelatihan tenaga kerja lokal agar potensi ini dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin.




