Lahan Sawah Desa Rias Terancam, Rina Tarol Desak Satgas PKH Turun ke Bangka Selatan

“Ini ada apa dengan Babel? Apa emang spesial dengan Babel? apa tidak perlu ketahanan pangan lagi,” tegas Rina, dengan nada kesal.
Sementara itu, di lokasi lainnya yang tak jauh dari Bendungan Metukul, tepatnya di perbatasan Jeriji dan Bikang, Srikandi Partai Golkar juga mendapati dari informasi masyarakat, bahwasannya di dalam kawasan itu setidaknya telah tertanam 127 Hektare tanaman kelapa sawit hingga terbentang didekat Bendungan Mentukul, Desa Rias, Kabupaten Bangka Selatan.
“Itu gak tau lahan siapa yang mereka jual? Katanya sih ada oknum desa, tapi kita tidak tau siapa, SP3T-nya satu nama tapi tiba-tiba berubah,” ungkap Rina.
Maka dari itu, Rina sangat berharap Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) dapat segera turun ke Babel khususnya ke Kabupaten Bangka Selatan, sehingga hal yang dikhawatirkan para petani dapat dicegah sebelum benar-benar terjadi.
“Harusnya Satgas PKH sudah turun untuk di Babel khususnya untuk Bangka Selatan, karna ini memang mengancam Bendungan Mentukul yang dibangun dengan triliun dana APBN, mengancam sumber pengairan sawah masyarakat,” tegasnya.
Lebih lanjut, terkait dugaan adanya peralihan kawasan di daerah itu, Rina juga menegaskan bahwa pihaknya akan meminta penjelasan lebih lanjut dari pihak BPKH, sehingga nantinya dapat mengetahui secara betul alasan dibalik kawasan cadangan air untuk persawahan tersebut bisa beralih status ke kawasan APL.
Hanya saja, Rina masih mencurigai peralihan status kawasan lahan-lahan tersebut. Meski statusnya APL, kata Rina, namun informasi didapati bahwa diperuntukkan sebagai tanaman pangan dan masuk kawasan perlindungan setempat.
“Dulu Menteri Pertanian sudah menyatakan itu kawasan pertanian. Yang dipinggir jalan itu dulunya itu kalau tidak salah adalah hutan lindung atau konservasi. Itu ada plangnya. Tapi kenapa tiba-tiba hilang dan beralih fungsi,” kata Rina.
“Kita akan ke BPKH, kita akan minta penjelasan kenapa kawasan cadangan air untuk persawahan ini bisa berubah begini,” pungkas dia.
Penulis : redaksi




