
JAKARTA, INLENS.id — Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai menegaskan penyelesaian persoalan di Papua membutuhkan pendekatan menyeluruh, bukan penanganan secara kasuistis.
Menurut Natalius, dinamika panjang Papua yang melibatkan berbagai persoalan, mulai dari gerakan bersenjata, diplomasi, hingga isu rasialisme, membutuhkan langkah yang jernih, bijak, dan holistik.
Ia menilai penyelesaian konflik tidak cukup hanya melihat persoalan berdasarkan peristiwa per peristiwa. Pemerintah dan seluruh pihak terkait perlu memahami akar persoalan serta dampaknya terhadap kehidupan masyarakat Papua.
Lindungi Warga Sipil
Natalius menegaskan penghormatan terhadap Hukum Humaniter Internasional dan perlindungan warga sipil harus menjadi prinsip utama dalam setiap upaya penyelesaian konflik.
Menurutnya, warga sipil tidak boleh menjadi sasaran kekerasan maupun dilibatkan dalam operasi militer.
“Melibatkan warga sipil dalam operasi militer maupun melakukan aksi kekerasan terhadap masyarakat sipil sama sekali tidak dapat dibenarkan atas alasan apa pun,” tegas Natalius.
Ia mengatakan perlindungan terhadap masyarakat merupakan bagian penting dalam memastikan penanganan persoalan di Papua tetap berada dalam koridor penghormatan terhadap hak asasi manusia.




