BeritaDaerah

Menteri HAM Natalius Pigai Gencar Sambangi Kampus, Bangun Generasi Muda Berbasis Nilai Hak Asasi Manusia

JAKARTA, INLENS.id – Kementerian Hak Asasi Manusia (HAM) Republik Indonesia terus memperkuat upaya membumikan nilai-nilai hak asasi manusia di kalangan generasi muda. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah melalui program dialog langsung “Kampus ke Kampus” yang dipimpin Menteri HAM RI, Natalius Pigai, di berbagai perguruan tinggi di Indonesia, (18/06).

Program ini menjadi bagian dari komitmen Kementerian HAM untuk membangun kesadaran, pemahaman, serta budaya penghormatan terhadap hak asasi manusia sejak dini, khususnya di lingkungan akademik yang menjadi ruang lahirnya calon pemimpin bangsa.

Dalam setiap kunjungannya, Menteri HAM menegaskan bahwa mahasiswa bukan sekadar peserta yang mendengarkan materi, melainkan mitra dialog yang memiliki peran penting dalam merumuskan gagasan serta solusi terhadap berbagai persoalan hak asasi manusia di Indonesia.

“Bagi kami, mahasiswa bukan sekadar audiens, melainkan rekan dialog yang setara demi mewujudkan Indonesia yang lebih inklusif dan berkeadilan,” demikian komitmen yang disampaikan Kementerian HAM dalam rangkaian kegiatan tersebut.

Program dialog ini telah menjangkau berbagai wilayah di Indonesia, mulai dari bagian barat hingga timur tanah air. Sejumlah perguruan tinggi yang telah dikunjungi antara lain di Mandailing Natal, Sumatera Utara, Universitas Diponegoro, Universitas Negeri Gorontalo, Universitas Kristen Artha Wacana, hingga Universitas Kristen Satya Wacana.

Melalui dialog terbuka bersama mahasiswa, dosen, dan civitas akademika, Kementerian HAM mendorong lahirnya ruang diskusi yang kritis mengenai berbagai isu hak asasi manusia yang berkembang di Indonesia.

Baca juga  Bangun Kelembagaan yang Kuat, KemenHAM Prioritaskan Penegakan dan Pemajuan HAM

Kementerian HAM menilai, keterlibatan mahasiswa sangat penting dalam memperkuat budaya demokrasi, toleransi, keadilan, dan penghormatan terhadap hak-hak setiap warga negara. Oleh karena itu, pendekatan dialogis dipilih agar mahasiswa dapat menyampaikan pandangan, kritik, maupun gagasan secara langsung kepada pemerintah.

Langkah tersebut diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang memiliki keberanian berpikir kritis, berintegritas, serta siap menjadi pemimpin masa depan yang konsisten menjunjung tinggi nilai-nilai hak asasi manusia.

Melalui gerakan “Kampus ke Kampus”, Kementerian HAM juga mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mulai menerapkan nilai-nilai HAM dalam kehidupan sehari-hari.

“Yuk, bersama kita kawal dan suarakan nilai-nilai HAM mulai dari lingkungan terdekat kita,” demikian ajakan Kementerian HAM kepada masyarakat.

Program ini menjadi salah satu upaya nyata pemerintah dalam memperluas edukasi HAM sekaligus memperkuat partisipasi generasi muda dalam mewujudkan Indonesia yang lebih inklusif, adil, demokratis, dan menghormati hak asasi setiap warga negara.

Related Articles