Perusahaan Datang Belakangan! Yogi Maulana Minta PT BPP Hormati Masyarakat dan Leluhur

PANGKALPINANG, INLENS.id – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Yogi Maulana, menyampaikan sikap tegas terkait aktivitas PT BPP yang beroperasi di salah satu wilayah di daerah tersebut. Ia menilai kondisi yang terjadi tidak dapat dibiarkan begitu saja, dan meminta agar perusahaan menghentikan sementara seluruh kegiatannya terlebih dahulu.Kamis (11/6/26).
“Kondisi seperti ini tidak dapat ditoleransi. Yang menjadi pertanyaan kami, mengapa pemerintah membiarkan perusahaan tetap beroperasi padahal belum ada musyawarah dan kesepakatan dengan masyarakat setempat? Tolong dengarkan aspirasi kami, jangan mengabaikan hal ini,” tegas Yogi dalam sebuah pertemuan.
Ia menegaskan bahwa perusahaan tidak boleh merasa memiliki kekuasaan lebih besar dibandingkan masyarakat. Lahan dan hutan di wilayah tersebut merupakan warisan turun-temurun yang telah dikelola oleh warga selama berpuluh-puluh tahun.
“Perusahaan datang belakangan, namun dalam waktu singkat sudah menimbulkan kerusakan. Bahkan ketika masyarakat berusaha memperbaiki apa yang rusak, justru dilaporkan kepada pihak berwenang. Ini sangat tidak adil,” ungkapnya.




