Perusahaan Datang Belakangan! Yogi Maulana Minta PT BPP Hormati Masyarakat dan Leluhur

Yogi menjelaskan bahwa ketidakpuasan warga sebenarnya sudah muncul sejak rencana pendirian pabrik tersebut disampaikan. Masyarakat telah menyampaikan keberatan sejak awal, dan kekhawatiran ini akan semakin besar jika perusahaan sudah beroperasi penuh tanpa adanya kejelasan.
“Perlu ditegaskan, masyarakat tidak menolak kehadiran investasi atau pabrik ini. Permintaan kami hanya satu: duduk bersama bermusyawarah, dengarkan aspirasi kami, dan pastikan hak-hak masyarakat diakui dan dilindungi dengan baik,” jelasnya.
Ia menyambut baik pertemuan yang dipimpin langsung oleh Ketua DPRD setempat, dan berharap forum ini dapat menjadi jalan tengah yang adil bagi semua pihak.
“Kami yakin dengan kepemimpinan Bapak Ketua DPRD, tidak ada masalah yang tidak dapat diselesaikan. Namun untuk saat ini, kami tetap meminta agar tidak ada aktivitas apapun yang dilakukan oleh perusahaan sebelum dicapai kesepakatan yang mengakomodasi kepentingan masyarakat,” pungkasnya.




