Hujan Tak Halangi Gubernur Babel Menemui Massa Aksi, Pemprov Babel Siap Tuntaskan Perda IPR

PANGKALPINANG, INLENS.id – Aksi unjuk rasa yang digelar Aliansi Rakyat Bangka Belitung (Babel) di halaman Kantor Gubernur Air Itam, Pangkalpinang, pada Senin (5/1/2025), berlangsung aman, tertib, dan kondusif.
Suasana damai semakin terasa ketika Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Hidayat Arsani turun langsung menemui massa untuk mendengarkan aspirasi yang disampaikan.
Kehadiran Gubernur Hidayat didampingi Ketua DPRD Babel Didit Srigusjaya, Kapolda Babel Irjen Pol Viktor T. Sihombing, Penjabat Sekretaris Daerah Fery Afriyanto, serta jajaran Perangkat Daerah Provinsi Babel menjadi simbol kuat komitmen pemerintah dalam menjunjung dialog terbuka, demokratis, dan berorientasi pada solusi.
Dalam dialog bersama massa, Gubernur Hidayat menyampaikan sejumlah poin penting terkait aspirasi seputar aktivitas pertambangan dan penanganan hukum terhadap penambang timah.
Ia menegaskan pentingnya penyampaian aspirasi secara tertib dan sesuai perundang-undangan. Terkait penambang yang sedang menjalani proses hukum, ia menyatakan bahwa seluruhnya tetap menjadi kewenangan aparat penegak hukum.
Mengenai Izin Usaha Pertambangan Rakyat (IUPR), Gubernur memastikan pemerintah daerah telah menyiapkan langkah konkret. Pembahasan IUPR dijadwalkan pada 21 Januari 2026 melalui Badan Musyawarah, yang selanjutnya akan ditindaklanjuti dengan pembentukan Panitia Khusus (Pansus) oleh DPRD Babel.
“Kita sudah sepakat, para pekerja di sektor timah silakan bekerja selama sesuai prosedur, terdaftar, dan memiliki legalitas badan hukum. Prinsipnya jelas, tertib, legal, dan bertanggung jawab,” tegas Gubernur Hidayat.
Ia berharap, dengan disahkannya IUPR, persoalan pertambangan rakyat dapat ditata lebih baik untuk memberikan kepastian hukum dan kesejahteraan masyarakat. Ia juga mengapresiasi sikap peserta aksi yang menyampaikan aspirasi secara damai, menegaskan stabilitas keamanan sebagai fondasi pembangunan.
“Ke depan mari kita duduk bersama, berdialog tanpa harus turun ke jalan. Kita cinta damai, cinta rakyat. Setiap persoalan pasti ada jalan keluarnya,” ujarnya.
Gubernur menegaskan pemerintah provinsi akan segera menindaklanjuti aspirasi sebagai bentuk sinergi antara pemerintah dan masyarakat.




