Krisis BBM Babel Jadi Sorotan Ulama, DPRD Panggil Pertamina, Kapolda dan Pemilik SPBU

PANGKALPINANG, INLENS.id — Krisis antrean Bahan Bakar Minyak (BBM) yang melumpuhkan perekonomian hingga mengganggu aktivitas ibadah warga membuat para ulama se-Pulau Bangka mendatangi gedung DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) untuk menyampaikan aspirasi.
Menanggapi kedatangan para ulama tersebut, Ketua DPRD Babel Didit Srigusjaya menegaskan bahwa kondisi kelangkaan dan antrean panjang BBM di wilayahnya saat ini sudah berada di tingkat yang sangat mengkhawatirkan serta melebihi batas toleransi.
Dampak dari kelangkaan BBM tersebut tidak hanya dirasakan oleh para pengguna kendaraan, tetapi juga memicu kenaikan harga bahan pokok (sembako) serta kerugian materiil bagi para pedagang akibat distribusi barang yang terhambat.
“Kalau kita dengar dari pengakuan pedagang, bahkan ada yang mengalami kerugian besar karena tidak bisa menyuplai barang akibat tidak mendapatkan BBM, sehingga barang dagangannya busuk. Selain itu, banyak warga yang mengantre hingga melewatkan waktu shalat Maghrib dan Isya. Menurut kami, ini sudah di luar batas kewajaran,” ujar Didit Srigusjaya, Selasa (27/10/2026).
Selain permasalahan distribusi, Didit menuturkan bahwa para ulama juga menyampaikan adanya indikasi permainan atau ketidakadilan di internal Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).
Kendati demikian, DPRD Babel menegaskan fokus utama saat ini bukan untuk saling menyalahkan, melainkan mencari solusi konkrit demi kepentingan masyarakat luas.




