21 Ribu Keluarga Masuk Desil 1–4, Baru 8 Ribu Terima Bansos di Pangkalpinang

Komponen Lansia & Disabilitas: Mendapatkan bantuan sebesar Rp 600.000 per tahap (disalurkan per triwulan/tiga bulan).
Komponen Bayi/Ibu Hamil: Mendapatkan alokasi sekitar Rp 225.000.
Komponen Anak Sekolah: Bantuan dialokasikan untuk menunjang perlengkapan dan kebutuhan pendidikan.
“PKH ini membedakan dengan bantuan lainnya karena ada komponen keluarga. Kalau lansia bisa untuk nutrisi dan pampers, disabilitas untuk penunjang hari-hari, dan anak sekolah untuk peralatan sekolah,” jelas Khotaman.
Bantuan ini akan terus bergulir selama komponen dalam keluarga tersebut masih terpenuhi, tingkat ekonomi belum naik (desil tidak bergeser), dan penerima masih dianggap layak menerima bantuan.
Jumlah penerima manfaat di Kota Pangkalpinang tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Menurut Khotaman, dinamika pergeseran angka ini terjadi akibat pemutakhiran data yang dilakukan secara nasional.
Bagi masyarakat yang merasa kategorisasi desilnya tidak sesuai dengan kondisi ekonomi riil, pihak Dinas Sosial membuka ruang pembaharuan data melalui pemerintah kelurahan setempat.
“Kalau ada masyarakat desilnya tinggi tetapi merasa tidak sesuai, dia bisa mengajukan pembaharuan di kelurahan. Pembaharuan di kita lumayan banyak dan saat ini masih menunggu penutupan hasil verifikasi sekitar 2-3 bulan,” tuturnya.
Selain itu, kendala administrasi seperti kepindahan penduduk yang menyebabkan data desil “terjebak” di lokasi asal juga dapat diurus melalui formulir penarikan desil di tingkat kelurahan. Langkah ini memastikan data kependudukan (KTP dan KK) selaras dengan domisili terbaru warga.




