Yogi Maulana Turun ke Lokasi Bencana Bangka Selatan, Bawa Bantuan Rp100 Juta hingga 5 Ton Beras

“Di sini kita tidak ada waktu untuk menyalahkan siapa pun. Ini momen introspeksi diri bagi kami semua, terutama Pemkab Bangka Selatan, agar ke depan dapat menghadirkan armada pemadam kebakaran (damkar) di setiap kecamatan,” ujar Yogi.
Merespons jeritan warga di lapangan, Yogi langsung menyerahkan paket bantuan darurat yang disesuaikan dengan kebutuhan riil masyarakat terdampak. Paket bantuan pribadi tersebut meliputi uang tunai Rp 100.000.000 (Seratus Juta Rupiah), 5 ton beras, 10 unit tangki penampung air (tedmon) dan ribuan set pakaian dalam Wanita.
Pengadaan tangki air bersih menjadi salah satu perhatian utamanya setelah melihat warga kesulitan menyimpan pasokan air di lokasi pengungsian.
“Kami sarankan, kalau memberi bantuan sebaiknya lihat kebutuhan nyata di lapangan. Percuma kita mengupayakan air bersih jika tempat penampungannya tidak ada. Karena warga tadi langsung mengajukan, saya pribadi langsung sediakan 10 unit tedmon,” terangnya.
Seluruh logistik dan dana bantuan diserahterimakan secara simbolis kepada kepala desa setempat. Langkah ini diambil guna memastikan pembagian bantuan berjalan transparan dan tepat sasaran sesuai data warga terpapar.
Yogi menegaskan bahwa daerah yang dilanda musibah ini merupakan kampung halamannya sendiri, sehingga penanganan pascabencana menjadi prioritas moral baginya.
“Harapan kami, bantuan ini dikelola Pak Kades karena beliau yang paling paham kondisi warganya. Ini desa kami, keluarga kami semua. Semoga bisa sedikit meringankan beban dan musibah serupa tidak terulang lagi,” tutur Yogi.
Tak hanya menyalurkan logistik, Yogi berjanji akan membawa suara dan aspirasi masyarakat terdampak ke tingkat pusat. Ia mendorong Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk segera mengevaluasi kondisi pemukiman serta memperbaiki infrastruktur dasar yang rusak pascabencana. (**)




