BangkaBeritaDaerahPangkalpinang

Pertamina Klaim Aman, Antrean Solar Mengular: Mengapa Distribusi Masih Bergantung pada Depot Swasta Afuk Belinyu?

Status Induk , Tapi Kental Andalkan Depot Swasta Afuk Belinyu

Isu soal ketergantungan Pertamina Pangkalbalam terhadap Depot swasta milik pengusaha ternama Afuk Belinyu, bukan isapan jempol belaka.

Bahkan, antara Pertamina dan Depot swasta milik Afuk terlibat kontrak kerjasama yang sampai saat ini bunyi serta nominalnya masih menjadi tanda tanya publik.

Melansir statemen Afuk di sejumlah platform media online, Afuk sempat membantah jika krisis dan kelangkaan BBM beberapa waktu silam, dipicu tingginya intensitas distribusi serra bongkar muat BBM dari depo swasta miliknya.

Kendati demikian, Afuk tak menapik jika Afuk memberi jasa sewa penampungan BBM milik Depo Pertamina Pangkalbalam.

“Mengenai pemberitaan itu tidak benar, kita hanya memberikan jasa penampungan BBM. Bbm itu milik Pertamina,” kilah Afuk dilansir dari sejumlah media online.

Masifnya kebijakan Depo Pertamina Pangkalbalam mengalihkan distribusi dari Depo swasta Belinyu milik Afuk tentunya menjadi tanda tanya besar publik. Apalagi, Pertamina Pangkalbalam berstatus depo induk yang telah beroperasi selama berpuluh-puluh tahun.

Namun, sayangnya sampai saat ini management Pertamina belum buka suara ke publik soal
dalih dan alibi mereka sampai harus menggunakan jasa sewa Depo swasta milik Afuk.

Hanya Kecipratan BBM Sisa Depo Swasta Afuk

Keberadaan Depo yang di kontrak Pertamina di kawasan Belinyu, ditengarai menjadi salah satu pemicu krisis serta kelangkaaan BBM di sejumlah daerah di pulau Bangka.

Baca juga  Pertamina Bantah Isu LPG 3 Kg Nonsubsidi Berwarna Pink

Sumber redaksi Babelupdate.com menyebut saat distribusi BBM disuplai dari depo induk Pertamina Pangkalbalam pulau Bangka tidak pernah mengalami krisis dan kelangkaan BBM seperti belakangan ini.

“Sebelum ada depo Belinyu tidak ada sejarah antrian minyak seperti saat ini. Stok ada terus rata-rata 1000 KL. Seingat saya memang tahun dulu ada sekali antrian dan krisis seperti ini, tapi itupun tidak lama,” kata sumber, Selasa (18/11/2025).

Lanjut sumber, bahkan beberapa waktu lalu dirinya mendapat informasi jika Depo Belinyu mendapat suplai BBM jenis Pertalite dan Pertamax mencapai 9000 KL.

“Kemarin dulu 9000 KL dibongkar di Belinyu pertalite dan pertamak. Sedangkan di pangkalbalam baru hari ini jam 11 tadi kapal masuk. Itupun masuknya hanya 1000 KL,” sambung sumber.

Lebih lanjut dikatakan sumber yang sama, saat ini distribusi dan suplai BBM lebih banyak di depo Belinyu. Sementara, Pangkalbalam yang statusnya merupakan depo induk hanya menerima sisa.

“Sekarang ini lebih banyak bongkar di Belinyu dari pada di Depo Pangkalbalam. Di Pangkalbalam sisanya saja. Seharus depo Pangkalbalam inikan induk kenapa lalu ngambil sisa,” terang sumber.(tim)

Laman sebelumnya 1 2

Related Articles

Tinggalkan Balasan