SPBU Fatmawati Dikuasai Pengerit Solar? Antrean Panjang Ganggu Warga

PANGKALPINANG, INLENS.id — Antrean panjang kendaraan kembali terlihat di SPBU Jalan Fatmawati (Kampak), Kota Pangkalpinang, Rabu (12/11/2025). Puluhan truk besar dan sejumlah mobil kecil, seperti Isuzu Panther dan kendaraan sejenis, tampak memadati bahu jalan untuk mengisi bahan bakar jenis solar subsidi.
Pantauan di lokasi menunjukkan, antrean kendaraan mengular hingga menutup sebagian badan jalan. Meski tidak menimbulkan kemacetan parah, kondisi ini kerap mengganggu akses ke toko dan tempat usaha di sepanjang jalan tersebut.
Beberapa warga menduga, sebagian kendaraan kecil yang ikut antre merupakan “pengerit”—sebutan untuk pelangsir BBM yang menimbun bahan bakar subsidi untuk dijual kembali.
“Mobil-mobil kecil itu tangkinya diduga sudah dimodifikasi. Mereka ngisi, keluar sebentar, lalu antre lagi. Ini hampir setiap hari terjadi,” ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Warga lain juga mengeluhkan antrean truk yang parkir di bahu jalan hingga menyempitkan ruang kendaraan yang melintas.
“Sudah berhari-hari seperti ini. Jalan jadi sempit, kami yang mau lewat atau kerja jadi terganggu,” keluh seorang pengendara motor.
Dilansir dari Babelaktual.com jaringan Inlens.id, Arafat, pemilik SPBU 24.331.144, tidak memberikan tanggapan saat dihubungi melalui pesan WhatsApp maupun panggilan telepon oleh awak media.
Kapolsek Gerunggang, Iptu Sri Widodo, juga belum memberikan keterangan resmi. Ia hanya menjawab singkat,
“Terima kasih, Bang,” tanpa penjelasan lebih lanjut.
Pihak Pertamina Bangka yang dikonfirmasi terkait antrean panjang dan dugaan praktik pengerit solar di SPBU tersebut juga belum memberikan pernyataan resmi.
“Kami siapkan dulu, Mas, statemennya ya,” ujar salah satu perwakilan Pertamina Bangka saat dihubungi.
Situasi antrean BBM di beberapa SPBU di Pangkalpinang dalam beberapa hari terakhir memang kerap dikeluhkan warga. Mereka berharap aparat dan instansi terkait segera menindak tegas dugaan praktik pelangsiran yang diduga menjadi penyebab utama kelangkaan solar di lapangan.
Sumber : babelaktual




