BeritaDaerahPangkalpinang

Antrean Solar Menggila! Truk Kuasai Bahu Jalan, Distribusi Pertamina Dipertanyakan

PANGKALPINANG, INLENS.id – Antrean panjang kendaraan roda empat dan truk dilaporkan mengular hingga berlapis di hampir seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

‎Fenomena kepadatan antrean pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Solar ini diketahui telah berlangsung selama hampir sepekan terakhir.

‎​Pantauan di lapangan menunjukkan rute antrean yang padat, salah satunya terlihat mencolok di SPBU Jalan Baru, Kamis (18/06/2026).

‎Antrean berlapis kendaraan jenis truk, minibus, hingga pick-up di kawasan tersebut bahkan sampai menutupi akses tempat usaha dan ruko-ruko milik warga sekitar.

‎Untuk mendapatkan Solar, sejumlah sopir truk bahkan sengaja memarkirkan kendaraan mereka sejak malam hari atau subuh sebelum SPBU beroperasi.

‎​Diduga Masalah Distribusi dan Ketergantungan Depot Swasta

‎‎​Muncul dugaan bahwa kemacetan dan panjangnya antrean ini dipicu oleh keterlambatan pengiriman pasokan pasokan BBM dari pihak Pertamina.

‎Berdasarkan informasi yang dihimpun dari sumber internal Pertamina, mencuat kabar bahwa rantai distribusi Solar saat ini dinilai tidak efisien akibat adanya ketergantungan pada Depot Belinyu yang dikelola oleh pihak swasta berinisial A.

‎​”Mau mengantar BBM ke Bangka Selatan pun harus mengambil dari Depot Belinyu milik Afuk, sehingga rute perjalanan yang ditempuh menjadi jauh lebih panjang,” ujar sumber internal yang enggan disebutkan namanya, Senin (15/06/2026).

‎​Kondisi jalur distribusi yang memutar ini memicu pertanyaan publik mengenai ketersediaan stok di depot utama, yakni Pertamina Induk Pangkalbalam.

‎Muncul spekulasi apakah fasilitas utama tersebut sedang mengalami defisit stok Solar sehingga harus mengandalkan pasokan dari Depot Belinyu.

‎​Lebih lanjut, sumber tersebut mengungkapkan bahwa pengusaha A diketahui memiliki armada kapal tanker sendiri.

‎Sementara itu, operasional perusahaan yang bergerak di bidang distribusi tersebut kabarnya dipegang oleh anak A yang berinisial Ptr.

‎”Afuk itu punya kapal sendiri bang, ada anaknya Peter yang urus perusahaan mereka itu,” tandasnya.

‎​Hingga berita ini diturunkan, jaringan media ini masih berusaha melakukan konfirmasi resmi kepada pihak Pertamina, guna mengklarifikasi penyebab pasti dugaan kelangkaan Solar dan keterlambatan distribusi yang mengganggu kenyamanan publik serta tata kota Pangkalpinang ini.

‎Serta ketergantungan pertamina dengan Depot Belinyu.

‎Begitupun pemilik depot Belinyu, A dan Ptr, masih diupayakan konfirmasi.


‎(3doy/Tim)

Baca juga  Audiensi DPRD Babel–Pertamina, Kelangkaan LPG 3 Kg Segera Teratasi

Related Articles

Tinggalkan Balasan