Propaganda Dalam Bentuk Orkestrasi Hilangnya 300 Ton Timah Hasil Sitaan Negara
Oleh : Achmad Ferdy Firmansyah ( Ketua DPW Partai Berkarya Prov Kep Babel )

Secara moneter harga dari valuasi 300 Ton timah memang tidak sebanding dengan nilai komoditas lain nya yang pernah disita oleh negara, namun Orkestrasi ini berimplikasi terhadap kepercayaan publik atas kinerja eksekutif dan legislatif yang mengatasnamakan roda pemerintahan, yang mana roda pemerintahan itu merupakan instrumen fundamental yang menghantarkan tujuan dari hadirnya negara dalam kehidupan masyarakat yang berkeadilan sosial.
Indikasi Kebisingan awal lalu menjadi bisu di perjalanan sudah cukup mengisyaratkan bahwa hilangnya 300 Ton Timah itu di Orkestrasi kan oleh para pejabat publik yang bermental pengkhianat negara berkolaborasi dengan mafia berstatus pengusaha tambang beserta antek2 nya dalam modus pencurian atau perampokan hasil sitaan negara. Dan Berdasarkan kejadian fakta dilapangan di sertai data analisis Intelligence teridentifikasi kan bahwa antara mafia berkedok pelaku dunia usaha ( bisnis ) pertambangan dan segelintir Oknum pemerintahan ( kekuasaan) yang di pusat maupun di daerah tidak peduli bahkan mereka asik menyantap menu kenikmatan hidup meskipun harus menggilas sesuatu yang merugikan kehidupan rakyat terutama rakyat yang hidup di bumi serumpun sebalai.
Pangkalpinang, 05 Juni 2026
” Sumber : DPP Partai Berkarya Biro Pers dan Kominfo Publik.




