BPJN Babel Buka Suara Soal Aspal Jalan Nasional Hanya 5 Cm, Ini Penjelasannya

Senada dengan I Ketut Payun Astapa selaku Kasatker BPJN Babel memberi tanggapan, terkait temuan masyarakat mengenai adanya bagian aspal yang tampak sangat tipis di area sambungan, BPJN membeberkan adanya metode teknik sipil yang disebut dengan istilah tapering (penipisan bertingkat).
Metode tapering sengaja diterapkan demi keselamatan pengguna jalan saat proses pengaspalan dilakukan setengah badan jalan.
“Otomatis permukaannya naik 5 sentimeter dari jalan lama. Supaya kendaraan tidak tersentak atau jatuh saat berpindah jalur, pinggirannya kita miringkan atau kita tipiskan perlahan-lahan. Proses ini namanya tapering,” jelasnya.
Bagian sambungan yang sengaja dibuat landai inilah yang kerap difoto oleh warga dan viral di media sosial karena tampak kurang dari 5 cm.
Pihak BPJN menegaskan bahwa bagian tapering tersebut bukanlah struktur utama jalan dan pengerjaannya tidak masuk dalam hitungan komponen yang dibayar oleh negara.
Untuk memastikan kualitas tetap terjaga, tim teknis juga diklaim rutin melakukan uji ketebalan secara berkala.
Menanggapi tuntutan warga yang ingin dilibatkan dalam proses survei awal, BPJN memaparkan bahwa penentuan skala prioritas perbaikan jalan sepenuhnya diatur oleh pemerintah pusat berdasarkan parameter digital nilai IRI (skala 1 hingga 16).
Dengan kondisi kemantapan jalan Bangka Barat yang dinilai masih sangat baik, alokasi anggaran dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tentu akan lebih diprioritaskan untuk wilayah lain di Indonesia yang mengalami rusak berat.
Pihak BPJN pun menyampaikan apresiasinya terhadap kontrol sosial yang dilakukan oleh masyarakat dan berkomitmen untuk lebih transparan dalam mengedukasi publik mengenai proses teknis pembangunan infrastruktur ke depan.



